Lawatan Muhibbah
Pictures sent by: Mbak Ikun
Label: Wajah Kakak Tercinta
Wadah silaturahmi Angkasa-Era (angkatan 1981) dan Alumni KMI Pabelan
Pictures sent by: Mbak Ikun
Label: Wajah Kakak Tercinta


Kamis, 28 Mei ‘09, sore, mbak Asmah, kakak dan pendamping kita (sampe kini), datang dari Semarang ke kota Yogyakarta. Beliau membawa rombongan anak2 TK Islam Asyifa’ beserta orang tua/ wali murid dan guru (sebanyak 6 bis). Mbak Asmah merancang Tour ini setiap setahun sekali. TK yang telah dirintisnya sekitar sepuluhan tahun yang lalu itu (mulai dari nol dengan merangkul semua sumber di masyarakat), kini telah berkembang menjadi sebuah TK Islam yang patut diperhitungkan di Bergas Kab. Semarang. Sebagai seorang pendidik, mbak Asmah sangat mengerti keinginan anak didiknya, yaitu bermain dan bergembira (belajarpun sambil bermain), sehingga acara rutin tahunan ini senantiasa diselenggarakan. Yogya dengan Kid's Fun dan "Taman Pintarnya", telah menjadi daya pikat tersendiri bagi anak2. Nah, di sela2 kesiibukannya mengkoordinasi guru2, murid n wali, mbak Asmah sempatkan ngontak teman2 (alumni) yang ada di Yogya. Ada yang sempat bersay hello via hp, ada pula yang sempat bertemu, karena kebetulan sedang melewati jalan itu (Taman Pintar Yogya). Selamat tuk mbak Asmah yang telah mendedikasikan diri mengabdi tuk masyarakat. TK adalah salah satu wujud riil pengabdian itu/fatra.Label: Berita/Tukar Kabar Alumni
Memory Abu solor........RAJU..TERIMA SURAT CINTA & KACA MATANYA JATUH..
RaJu nama panggilan Rahmat Juarsa ( Palembang ), dia sangat mengidolakan Bang H. Rhoma Irama. Gaya rambut dan gerak-geriknya dibuat mirip si Raja Dangdut. Diam-diam dia juga naksir berat teman seangkatan ane, mbak Isdarwati. Pucuk dicinta ulampun tiba, RaJu menerima surat cinta dari Da’ali Thoa-Thoi yang “katanya” dikirim oleh mbak Isdarwati. Dengan hati yang berbunga RaJu membaca surat itu dan ternyata isinya ada pesan “mbak Isdarwati ingin ketemuan di belakang tembok gedung Bupati (lokasi meetting) pada malam jumat sehabis muhadhoroh”.
Pada malam Jumat yang dijanjikan, Kami (Ane, Emil, Syawal, Da’ali, RaJu dan beberapa sohib lainnya) memang berencana bolos muhadhoroh. Untuk menghindari kontrolan Qismu Ta’lim/Qismu Amn, kami kabur ngumpet di persawahan belakang rumah Bu Empang dekat kolam timur.Tidak lama kemudian perut ane mules (habis makan sambal Bu Empang), kebelet ingin buang air besar (BAB), dan ane lepaskan hajat ane di tempat itu juga, kemudian bersihkannya (cebok) dikali kecil belakang rumah Bu Empang. Tiba-tiba kami kepergok “orang kampung”, kami disangka mencuri ubi, dan entah siapa yang memulai, kami lari tunggang-langgang hingga kaca-matanya RaJu terjatuh.
Sampai di Pondok, untung muhadhorohnya sudah selesai, kamipun langsung menuju ke belakang gedung Bupati mengantarkan RaJu hendak berjumpa dengan pujaan hatinya. Da’ali tidak mau ikut karena “katanya” ada urusan penting. Mindik-mindik…,sampailah kami di tempat yang dijanjikan dan ternyata di sana sudah menunggu “si dia yang berkerudung putih”. Mungkin saja RaJu ketika itu hatinya sedang bersenandung lagunya Rhoma Irama “di balik kerudung wajahmu tersembunyiiii…” haha haha...
Dengan agak malu-malu RaJu mulai mendekat, hingga jarak antara mereka berdua kurang lebih 1 meter dan kami mengawasi dari kejahuan di balik pohon. Setelah sekian lama -/+ 1 jam, mereka saling membisu tanpa sepatah katapun terucap dari bibir (kaya lagi main catur), akhirnya “si dia berkerudung putih” pergi meninggalkan RaJu sendirian. RaJupun kembali ke asrama dengan segala perasaannya yang campur aduk, mungkin antara bahagia dan penyesalan.
Keesokan harinya, kami mengantarkan RaJu untuk mencari kaca-matanya yang terjatuh tadi malam di persawahan. Tak disangka, tak diduga, kaca-matanya jatuh tepat di atas kotoran—maaf—(tai) bekas ane yang kebelet BAB semalam.. haha haha haha... Kami langsung menuju ke sungai dan mandi untuk persiapan solat Jumat. Sholat Jumatnya menempati shof di depan Perpustakaan. (jauh bangat shofnya ya… haha haha).
Setelah makan siang, Da’ali datang menemui Raju dan mengantarkan surat . Lagi-lagi “katanya” dari mbak Isdarwati. Isi surat itu membahas peristiwa semalam "kenapa semalam kok diam-diaman aja sih?" dan ada pesan janji untuk ketemuan lagi di kelas Bupati setelah makan siang. Siang itu RaJu tidak mau diantar/tidak mau diganggu, dia ingin pergi sendiri menemui pujaan hatinya. Sesuai waktu yang dijanjikan, kamipun sudah berada di kelas barat kuburan, mengawasi/ngintip RaJu yang mondar-mandir di teras Gedung Bupati. Mungkin saja ketika itu dalam hatinya sedang bersenandung lagunya Rhoma Irama dan Ridho Rhoma "sekian lama aku menunggu..untuk kedatanganmu.. bukankah engkau telah berjanji kita jumpa di sini, datanglah……" hehe hehe hehe.....Bolak-balik…bolak-balik, keluar-masuk kelas bupati, sampai kentong asar berbunyi (tung tung tung), ternyata “si dia berkerudung putih” tidak juga muncul. Ada apa Gerangan yang Terjadi….????????
Mungkin sampai sekarang (tulisan cerita ini di blog angera81), RaJu belum tau, kalo dia dikerjain oleh Da’ali Thoa-Thoi cs. Surat yang “katanya” dari mbak Isdarwati itu adalah bikinan/karangan Da’ali Cs. Dan “si berkrudung putih” itu tidak lain-tidak bukan ya Da’ali juga yang menyamar mengenakan kerudung putih milik santri putri yang mungkin diambil dari jemuran belakang kalpataru.....haha haha haha...
Kepada mbak Isdarwati yg kebetulan sedang membaca di blog ini, kami mohon dimaafkan.
Hallo mbak Is.. maafin kami ya..?(via Mys)
Label: Nostalgia: Keseharian Santri


Label: Nostalgia: Kegiatan Santri
AKU TERPANA DENGAN ULAH PARA SANTRI PUTRI...
Label: Nostalgia: Keseharian Santri
Label: Wajah Kakak Tercinta
Sejak awal kita memulai membuka blog angera, tujuan utamanya adalah sebagai ajang silaturrahmi antara kita yang pernah merasakan kebersamaan di pondok Pabelan. Dan alhamdulillah silaturahmi itu bisa terjalin, baik antar angkatan, beda angkatan bahkan antara guru dan kita. Hal ini sungguh membuat kami merasa senang, bahwa sedikit banyak blog angera ini telah menjadi sarana terciptanya silaturrahmi yang selama ini sedikit longgar.
KARENA BURU-BURU....
Label: Nostalgia: Keseharian Santri
Label: Mengenang Sesama Karib
Label: Nostalgia: Keseharian Santri
Aku ingat saat-saat terakhir generasi Angera saat jadi mahasiswa IPM. Kita kan disuruh terjun ke masyarakat dan wawancara di lapangan. Saat itu, kami mewawancarai Kades (?) di Blabak atau dimana ya? (Mungkin temen-temen tahu persisnya dimana dan wawancara siapa). Saat itu aku dan Ianah (kalau nggak salah) minjem sepeda motornya...aduh lupa lagi. Pak Vandi apa ya?? Pokoknya gitu deh. Wawancaranya naik motor. Aku yang boncengi Ianah.
Label: Nostalgia: Keseharian Santri
BY : Diah Rofika
Kakak, ustadz IPM, PNS sekaligus guru Pabelan (sampai skrg) "Drs.R.Jamaluddin,MA", sedang menjalani pengobatan dan pemulihan kaki (patah karena jatuh dari tangga saat membetulkan talang air di atap rmh). Kira2 6 minggu ybs belum bisa jalan dan belum bisa mengajar, sehingga hari Jum'at kmrn, 15/5/09, teman2 guru Pabelan (Bu Nyai Ulfah, mbak Mang/ Maria Nurhayati, Nurhayati, M. Sodik, dll.) menjenguknya. Dalam kesempatan ini Angera mengajak teman2 tuk mendoakan, semoga ybs segera sembuh dan dapat kembali menjalankan aktifitasnya, amin.










Label: Berita dan Info Reuni 08
Ustadz Fuad, ustadz BalyaUstadz Mahfud, ustadz Barmawi
Membawa buku di komplek santri
Banyak suka mengajari kami
banyak duka mendidik kami
Meski kami pernah berlaku tak baik
Mohon cinta kami jangan ditampik
Di Semarang membawa lumpia
Ke Yogya membeli bakpia
Siang malam kami berdoa
Semoga guru2 kami selalu dalam cinta dan lindunganNya /f
Label: Nostalgia: Keseharian Santri
Label: Nostalgia: Kegiatan Santri




berdinas di UGM, Sarah yang alumni S1 UGM dan S2 PT di Florida Amrik itu juga sibuk di Asian Public Intellectual Junior Fellows, Associate Researcher Maarif Institute dan seabreg kegiatan lain. Ketiga adiknya: 1. Siti Zoura Humaira, alumni S1 I.Kompt UGM, bekerja sebagai programer XY Base perusahaan Malaysia yang di Jakarta; 2. Huda Syah Putera, sekarang sedang S1 di Colmedis Munster Uniu Jerman (betul gak tulisannya?); 3. Zarka Lazuardi Putera, kelas 1 SMA di Yk. Keluarga Pak Mukhtar yang dinamis, ramah dan hangat sungguh selaras dengan rumah asri mereka yang inspiratif, sejuk, teduh dan terbuka.. Selamat Ultah Perkawinan tuk Pak Mukhtar & Mbak Neti yang ke-28, semoga senantiasa penuh cinta abadi sepanjang masa menembus ruang dan waktu.... amin../f.Label: Berita/Tukar Kabar Alumni