Minggu, Januari 03, 2010

Nawal (putri Eranawati,alm) sudah gede

Halo tante-tante dan om-om sahabat mamiku, aku Nawal Rahmawati, putri almarhumah mami Ernawati Purwaningsih. Aku udah gede lho, udah kelas TK A. Aku sudah pinter baca ayat-ayat pendek, ayat kursi, bacaan sholat dengan fasih. Umbay (nenek-ibu Wati) dan guru-guru sekolah yang mengajariku. Aku sudah rajin sholat, rajin baca buku bacaan tapi kalo malam masih pake pampers :).


Aku suka kalau dibacain buku cerita, sampai-sampai kalau ada temen mami kerumah, minta 5-7 buku dibacain. Terus aku juga suka kalau disuapin temen mami yang main kerumah, suka dipeluk-peluk, dipangku-pangku. Aku seneng banget belajar bahasa Inggris, aku udah tahu warna-warna, angka, benda-benda dlm bahasa Inggris. Eh, nanti kalau aku ulang tahun, aku udah mimpi dapat hadiah tas dorong, cincin warna pink, merah, hijau, jam tangan dan buku cerita :). Kalau mau ngobrol sama aku, telp ke rumah umbay (nenek-mama Waty) : 021-8482264/0811951378. Salam sayang untuk tante dan om-om semua. kalau lewat jl Semanggi II, tengok makam mamiku ya.
NB dari Angera: Buat menyenangkan waty, kalau lagi shoping nemu buku bacaan lucu, kirim ke Nawal ya, dia anak kita bersama. Alamat bisa sms ke mama Wati, sengaja tidak dikasih, biar nelp mama untuk nyambung silaturahmi, anak mama adalah kita semua. Karena putri semata wayangnya telah pergi/yc

Label:

Selasa, September 08, 2009

Selamat Jalan Anakku...



By : Ida Munawwaroh.

Bertahun-tahun aku menyimpan kisah ini tanpa ingin menegoknya kembali.....perjalanan rindu yang kubawa sepanjang jalan dan tikungan...aku semangatkan dalam dada satu keyakinan ia menunggu disana.....Entah untuk yang kesekian kalinya mataku basah.....ketika ada ibu, ayah, opa, omah yang datang dengan anak yang telah pucat pasi kepraktek suamiku.....aku menghindar karena tak mampu melihatnya...tak mampu menterjemahkan perasannya....aku pernah mengalaminya, menghitung hari kepergian seorang anak, sibiran tulang, denyutan nadi dan aliran darah....ANAK.....Siapa yang tidak merasa ANAK adalah segala-galanya.....kalau bisa jangan Anak yang sakit...biar kusunting rasa sakitnya......rasa hati setiap bunda yang telah menyerahkan nyawa saat persalinan....yang memberinya air susu iman....yang ia ingin di tangannya tumbuh Husain ataupun Fatimah Az Zahra.....tapi ketika Allah berkendak lain TanganNya meraih titipan itu.....siapa yang siap....walau saat bayi masih merah...atau sedang lucu2nya atau ketika beranjak jadi pelajar....bahkan sampai anak sudah menikah, orang tua manapun tak siap jika titipan ini diambilnya.....

Seorang resident anak...(calon spesialis anak)....menatap kaku kekasihnya diruang isolasi.....matanya nanar...air mata itu bagai gurun pasir yang menjadi karang....suamiku....aku dengar gemuruh hatinya bagai air yang mendidih.....dia bilang padaku..."maafkan aku...anak kita anemia leukemia ....kalau saja bukan ini yang Allah beri aku masih mampu melalukannya"...tapi penyakit yang menakutkan ini....belum tahu asalnya darimana....radiasi?....radiasi yang mana?....aku tak mau banyak bertanya.....yang penting anakku berhasil menjalani cytotoxica....dengan efek samping yang potensial gawat....hanya ada ini pengobatannya. Aku selalu keluar masuk ruangan dengan badan dan baju steril dengan tutup muka....anakku bidadaraku selalu bilang "kenapa mata ibu basah?" aku jawab....ibu tadi kena debu sayang....jawaban itu yang selalu ia dengar dari alasanku meneteskan air mata......debu-debu dosa....debu-debu kepedihan....debu-debu penyesalan....adakah ini salahku? yang menyuapkan makanan di lambungnya....apakah ini salahku yang membawanya ketempat-tempat berbahaya....apakah ini salahku? salahku?anakku...anakku....anakku...

Dalam bisu, suamiku selalu menyentuh kalbu; "marilah kita berdo'a agar cobaan Allah cukup berhenti disini...jika anak kita harus sakit biarlah Allah memberi kekuatan agar tak merasakan sakitnya"....Allah....muliaNya engkau yang memberiku banyak kekuatan dalam menghadapi musibah ini....hingga aku kini bisa mengenangnya kenangan yang sangat indah.....dan aku katakan pada setiap orang yang mengalaminya dengan keyakinan Allah akan beri kita kekuatan....seberat apapun musibah itu tak dapat kita bayangkan....Sebelas tahun sudah.....sulungku dipangkuan Illahi....aku kini mampu melihat lagi foto-foto kekasihku.......aku pasang didinding rumah....dan aku hadirkan dia ada dan sangat dekat dengan kita....dulu aku meratapinya.....kini aku mengenangnya....aku ucapkan pada Allah Rabbku "TERIMAKASIH YA ALLAH AKU SEMPAT KAU BERIKAN KEBAHAGIAAN BERSAMA GHIYAS RASIF TAMMAM SELAMA DUA TAHUN" dua tahun kebahagiann bersamanya menjadi spiritku untuk bercerita pada adik-adiknya....agar menjadi tauladan untuk matahariku yang lain Almas Rausan Fikri, Asif Humamm Rais dan Athar Zaedan Hafidz.....Mas Ghiyas ada dalam tiada.......lebih baik daripada Ada tapi serasa tiada....Almas,Asif dan Athar kini punya lagu GAAA....Ghiyas yang kumaknai nama itu sebagai sang penolong....betul-betul akan menjadi penolongku kelak....GAAA sejati ada disini kata anak-anakku.....bersama ibu Ida dan bapak mukhson begitu ia bilang....berjuang membela kebenaran.....hmhmhm Allah selalu memberiku kebaikan diatas kebaikan...Rasanya aku kuat menikmati hidup ini karena aku lahir dari ibunda bernama Pabelan.....disana aku tumbuh dan berkembang....mentalku membaja.....kulit tubuhku menebal bagai jemari Fatimah Azzahra....berjuta-juta arti hidup telah kudapatkan.....tuk menjadi teraphy saat masa datang terimakasih pondokku ibuku......

Mengenang Ghiyas Rasif Tamam dipanggil Ilahi tanggal 25 september 1998.Ya Allah jadikanlah dia bagiku sebagai pendahulu, tabungan dan pahala...Amien.

Label: ,

Minggu, Agustus 23, 2009

Ketika (pe)nari pendet diperebutkan

Siapa yang tak kenal wajah 2 ananda ini? coba perhatikan dengan mengingat-ingat wajah ibunya. Ananda Vidia dan Opie adalah ananda dari artis Pabelan, Fatra, yang keduanya kini jago menekuni tari Bali. Dengan waktu singkat berbagai level di kebut. Waktu reuni Angera dan alumni beberapa saat lalu, yang hadir pasti bahagia bisa menyaksikan langgam indah tariannya.

Ketika Indonesia sedang berebut tari Pendet dengan Malaysia, untuk kesekian Malaysia dianggap mengklaim budaya Indonesia ; reog dan lagu rasa sayange, maka memelihara budaya melalui karya anak 2 kita adalah bentuk nyata untuk mencintai bangsanya. Jadi buat mereka yang mau beracara, kayaknya seru tuh kalau Vidia Opie pas punya waktu kita undang. Anak siapapun adalah anak kita, dan kita wajib bangga. Lanjutkan nak.../yun

Label:

Sabtu, April 18, 2009

Prestasi Anak2 Alumni

Tiga pelajar SMA tampak gembira menerima medali dan tropi sebagai Juara Nasional (pertama) Debat Bhs Inggris SMA (Koran Kedaulatan Rakyat, Yogya, Rabu, 8 April 2009 ) yang diselenggarakan di Jakarta beberapa wakty yang lalu. Salah satu anggotanya, paling kiri, berkaca mata adalah “ Ibrahim Hanif” (panggilannya “Hanif”), anak dari kakak kita (ke-2nya alumni): Arif Prajoko (guru SMA Muhammadiyah 3 Yk n ustadz) & Dr. Syamsiatun (dosen UIN Suka, doktor Monash Univ. Astralia). Mbak Atun sempat jadi pendamping dan ngajar angkt kita (saat kelas 2). Hanif tidak saja fasih berbahasa Inggris tapi juga berwawasan luas dan handal dalam berargumen.
Meski kesuksesaan Hanif n team disebabkan oleh kombinasi kecanggihan personal n teamnya, namun peran “tentor” tak dapat diabaikan. Tentor adalah alumni debator (telah malang melintang di dunia debat) yang bertugas membimbing anggota team. Salah seorang tentor tersebut adalah “Qisti” yang kedua ortunya merupakan ustadz dan ustadzah kita, Pak Rajasa Mu’tasim Billah (dosen UIN Suka Yk) dan mbak Mang/ Maria Nurhayati (guru Pabelan). Kepiawaian Qisti dalam dunia debat telah menempatkan Qisti sebagai guru dan senior bagi Hanif. Qisti yang saat ini sedang kuliah di fakultas Hukum UGM terus mengasah kemampuan berargumen dan berbahasa Inggris dengan mengikuti beberapa event internasioanal seperti “Simulasi PBB” yang diselenggarakan di Singapura beberapa waktu yang lalu. Sukses terus tuk Hanif n Qisti! Moga prestasi, semangat n kreatifitas mereka bisa nular ke junior kita semua, amin../f














Hanif (paling kiri berkacamata) dan Qisti (tengah, baju merah, lagi memegang buku).
2 foto di bawah ini: 1.Qisti diantara teman2nya dari berbagai negara,
2. saat bersimulasi sebagai duta negara Perancis.

Label:

Sabtu, April 11, 2009

Menengok Nawal di Cikunir

Nawal Rahmawati sudah berusia 4 tahun, mulai sekolah playgroup jelang TK. Ceria, cantik, ramah dan kenes. Kalau diajak ngobrol sangat responsive. Waktu diajak Lily ngobrol berbisik: "Ikut mama Lily ke Jogja yuk..". Dengan berbisik juga dia bilang : " enggak ah....kasihan umbay (nenek) sendirian. Umbay kan sayang Nawal". Ada juga satu peristiwa kecil yang lucu yang menunjukkan betapa Nawal observer yang baik dan sangat kritis. Ceritanya karena buru-buru mau pulang takut mama Lily kemaleman, bunda Yuni sholat Maghrib express dulu dikamar. Ya, pasti kilat karena tanpa doa. Pas keluar dari kamar, dengan wajah full heran bin ta'jub Nawal tanya: " udah sholat?". " Udah, kenapa sayang?". " Kok cepet banget!!", katanya menyelidik!! Alahhh mahkk...Wati banget!!!

Lily saat habis pelatihan hakim di Megamendung menyempatkan silaturahmi bareng, salah satunya ke Nawal-mama Wati dan juga ayah Nawal, Yusuf Rahman yang saat ini tinggal di Villa Inti Persada (jalan raya Ciputat Parung). Nawal sudah punya ibu pelanjut lagi, mami Nelli, dan punya adik kecil 2 tahun. Buat alumni CIputat, Nelly keponakan mbak Uci batik Turidu samping Formaci). Nawal menemani umbaynya (mama Wati) yang kini sebatang kara di Cikunir. Duh..bocah itu sudah tumbuh bijak dan peka, pintar dan gigih...(nanti kapan-kapan akan diupload foto aneka gaya dia yang suka dengan kamera).

Label: ,

Rabu, Desember 10, 2008

Detail Aya Sophia Istanbul Turki

Jepretan : Vandana Mernisi


Kubah tinggi dengan tulisan Allah-Muhammad.

Mihrab tempat imam.


Lorong-lorong bawah bangunan menuju balkon atas.

Eternit cantik dan suasana balkon atas



Label: ,

Aya Sophia, Gereja Menjadi Masjid-Museum

KkAya Sophia Istanbul Turki dari view halaman Masjid Biru/Blue Mosque.

Pintu masuk Aya Sophia, Gereja yang tertakhlukkan menjadi masjid dan sekarang menjadi museum.

by: Vikra Alizanovic* (Ditulis April 2007)

Setelah pulang dari Grand Bazaar Istanbul, kita istirahat sebentar di hotel. Sorenya ibu ngajak ke Aya Sophia. Sampai di aya Sophia hujan. Gak nyangka ternyata antriannya lumayan penuh juga. Cuma waktu itu gak terlalu penuh karena lagi hujan. Pertama masuk ke bangunannya disambut sama Mozaik Madonna(bunda Maria). Mozaiknya indah banget. Masuk kedalam lagi pertama kita baca penjelasan sejarah aya Sophia. Jadi aya Sophia itu dulu namanya Hagia Sophia. Aya Sophia itu udah pernah jatuh-bangun 4 kali. Jatuh pertama kali, kebakaran karena salah orang dalam, dan juga karna atapnya masih pakai kayu Timber dan dindingnya pake Basilica. Akhirnya dibangun lagi pada masa raja Theodosius II.
Kerusakan kedua disebabkan karena kebakaran lagi karena mereka masih menggunakan dinding basilica. Pada masa kerusakan 1 dan 2, aya Sophia masih berupa Gereja. Untuk merestorasi kerusakan ke 2 ini, raja mendatangkan arsitek2 terbaik dari penjuru dunia seperti dari Roma Italia dll. Kerusakan ketiga adalah kerusakan yang paling parah. Karena akibat perang salib, banyak harta2 aya Sophia seperti lempengan emas dan barang2 perak yang diambil oleh para crusader sebagai rampasan. Akhirnya, masalah bisa diselesaikan setelah Raja Suleyman The Magnificent muncul.

Kerusakan terakhir karena gempa bumi dahsyat yang terjadi di Istanbul, banyak fresko2dan mozaik2 yang tadinya ada belasan di bangunan itu, yang akhirnya rusak dan harus di-cover dengan semen untuk menyelamatkan bangunannya sendiri. Malah ada satu tiang yang dibalut pake lempengan besi.

Setelah perang salib Aya Sophia diubah jadi masjid. Jadi sekarang didalamnya ada kiblat imam, tulisan Allah dan Muhammad besar2 di langit2 Aya Sophia. Tetapi sekarang oleh pemerintah turki, Aya Sophia resmi jadi museum.

* Yunich's junior

Label: ,

Sabtu, Oktober 25, 2008

ANGKASA vs ASTRA


Tadi siang, saat jemput anak saya (Vansa), sudah saatnya pulang ternyata Vansa belum juga nonggol di parkiran sekolahan. Padahal waktu jemput sudah lebih 3 jam dari jam pulang sekolah seharusnya pulang jam 11 siang, tapi jam 1 siang juga belum muncul-muncul juga. Walau tadi sebelum berangkat, memang minta dijemput jam 1, karena Vansa dan teman-temannya mau kerjakan mading di kelas.

Ah...penasaran juga saya, saya dengan terengah-engah datangi kelasnya (maklum kelasnya di lantai 3). Eeee.........sampai di atas, kelelahan saya sirna, karena lihat hasil kreatifitas mereka. Apalagi lihat nama madingnya: ASTRA yang rasanya "senafas"dengan Angkasa. Wah....pikiran langsung melanglang jauh saat kita kelas 3 di Pabelan, dan lagi getol-getolnya buat mading, Angkasa-Era.

Teringat bagaimana kerja angera,mulai pengumpulan naskah, seleksi naskah,(yang kita minta keterlibatan pak guru kalau gak salah awalnya pak Fuad Zein), penulisan dan penerbitan. Dan yang paling asyik, kalau mau terbit, kita bisa begadang satu malam untuk rampungkan, dipasang tengah malam. Khusus yang ini sepertinya pola penjualan buku Harry Potter yag dijual di tengah malam, "ngikutin" pola Angera yang terbit di tengah malam deh. Dan betapa bahagianya ketika pagi harinya mading Angera "dikerubutin" santri untuk membacanya. Walau lama kelamaan pengunjung mading berkurag, dan madingnya luntur kena sinar matahari dan hujan.

Soal isi, aku hanya bisa senyum-senyum, karena kreatifitas anak-anak kita yang masih SD jauh lebih variatif dibanding kita yang saat itu setingkat SLTP dan SLTA. Ah.....itu harus dimaklumi, karena saat kita jauh dari informasi. Tapi mungkin jika dibandingkan dengan teman-teman kita di luar tentu isi dari majalah kita gak jauh-jauh beda. Seingatku dulu kita isinya tentang sastra (puisi dan cerpen) plus sedikit artikel "ilmiah". Sementara di madingnya Vansa (ASTRA) isinya sudah agak beragam, ada Profil kita yang isinya susunan redaksi, Fram, Ngakak tentunya humor, Cerpen, Kamus mini, Iptek, dan Laput.

Bicara soal lay out, dan kertas. Sekarang anak-anak dengan mudahnya "menghiasi" kertas karena ada gliter,pulpen gliter,spidol aneka warna, belum lagi aneka warna kertas yang mudah kita dapatkan. Tinggal sedikit kreatifitas, maka jadilah majalah yang indah. Beda dengan zaman kita dulu. Kita hanya punya modal kertas hvs, yang kemudian kita lukis dan variasikan dengan berbagai macam dan cara, sehingga menjadi kertas yang menarik, setelah itu baru kita tulis. Ini ternyata melahirkan insan-insan angera menjadi remaja-remaja yang penuh kreatifitas.

Ah....rasanya melihat kesibukan anak-anakku, membuat saya serasa muda dan menikmati keasikan mereka. Tak terasa saya menunggu Vansa lebih dari 1 jam, karena sambil melihat kesibukannya, sambil nostalgia saat kita sama-sama membuat Angera. (Lily Ahmad)

Label:

Rabu, Agustus 13, 2008

INDAHNYA ISTANA AL-HAMRA GRANADA


Om dan tante semua, ini oleh-oleh jepretan Vikra waktu mengunjungi istana Al-Hamra di wilayah Andalusia (Spanyol Selatan), April 2007. Al-Hamra terletak diatas bukit di kota Granada, 3 jam selatan Cordoba. Kalau mau ke Gibral Tarq tempat Tariq bin Ziyad pertama menginjakkan Spanyol, masih 5 jam lagi (pakai bus) arah barat daya.


















Suasana taman istana. Pohon-pohon cemaranya sudah tua-tua, dipangkas rapi dan dibentuk lengkung-lengkung seperti masjid.


Yang ini bukan Vikra yang memfoto, karena tripod juga nggak boleh dipakai, takut merusak lantai istana. Ini kolam tengah, harem pemandian para putri. Kalau tour guide selalu bercerita, bahwa dulu kalau para putri mandi, pemusik yang laki-laki katanya dibutakan dulu matanya. Air kolam ini didisain sangat tenang, tidak ada riak gelombang sedikitpun, sehingga persis seperti cermin pemantul istana yang mengitarinya.

La gholiba illa Allah, katanya artinya tidak akan ada penakhluk selain Allah. Tulisan seperti itu penuh menghiasi dinding-dinidng istana.

Ini suasana dalam istana. Mau nunjukin foto interior istana yang jelas detailnya, tapi yang paling jelas detailnya ketemu di foto ini. Mozaiknya bagus kan? Apalagi kaligrafinya cakep banget. Kalau modelnya cakep nggak?

Vinda sedang mendengarkan audio guide (tali hijau), sambil mejeng dijepret sebentar.
Semoga posting ini bermanfaat ya.. Kalau mau lihat lebih banyak jepretan Vikra (belum semua foto-fotonya bagus, baru belajar fotography sama ayah), buka label: pengalaman di Spanyol,
klik : http://www.gangjambu.blogspot.com/

Ini view Al-Hamra dari kejauhan, dijepret oleh photographer profesional Mr. Hicker.

Label: ,

Senin, Juli 21, 2008

Piano Klasik Anak Angera: Suguhan susulan!

Gadis cilik ini janji mau main piano untuk isi acara malam apresiasi seni kita, tapi sayang pembagian raport di sekolahnya.....jadi menyusul di blog ini gak apa-apa ya?? Silahkan klik video ini!

"My name is Vandana Mernisi , you can call me Vinda..I like music a lot, so, I took piano lesson…during I take piano lesson I feel bored so I decide to quit.. but, I will take a new place for my piano lesson because I want to get new experience. My father’s name is Muchlis Ainur Rofik. In 2002 my father got a scholarship...So, my family went to America.. My mother’s name is Yuniyanti Chuzaifah...."

Tulisan diatas penggalan tulisan Vinda. Yang berikut, cuplikan cerita liburan dia (habis jemput ibunya dari reuni).

Liburan di Solo minum susu Shi Jack "Sehabis Vinda mesen susu coklat, tiba-tiba ada yang aneh dari pelayan. Tiba-tiba dia nglempar gelas nggak karuan ke atas, ternyata atraksi. Vinda makan nasi kucing, nasi porsi kecil yang biasanya porsi Benzo si kucing piaraan Vinda. Lauknya Cuma bandeng pake sambel doang".

"Dirumah akung (kakek), Vinda sama Yufa sama Kakak metik singkong di kebon Akung. Nyabutnya susah. Dapet banyak satu ember".

Kalau mau baca cerita-cerita bersahaja dia, buka label "galeri Vinda" di: http://www.gangjambu.blogspot.com/

Vinda, ayah,ibu, kakak nonton pagelaran tari dan atraksi di Sanggar Sapto Hudoyo Jogjakarta

Menyusuri perkebunan kopi lereng bukit Kampoeng Banaran Salatiga. Nemenin ayah minum kopi.

Label: ,

Sabtu, April 12, 2008

Hitam manis yang jago nyanyi-nari

Vidia dan Opie...hayo junior siapa? pasti ketebak, ibarat pinang dibelah 3. mereka hobi bernyanyi dan menari, persis ibunya (Fatra's junior)
ini Caysa yang hobi ceria menyanyi, bahkan telfon dengan temannyapun bisa segar menyanyi (Lily"juniors)

Label:

Yang imut ...nggemesin!

'Gak usah ngramal cita-cita mereka..cukup dinikmati wajah imut yang nggemesin. Ini Atmam (bungsunya bu RT Nuri)
Ini Tamami, bungsunya Meimun dan Miftah

Label:

Aneka cita & gaya : cowok ABG kita

Ang yang sekarang mau kuliah IT, jadi ustaz dan mau merintis kafe Islamy (Misri's junior)
Vikra, mau masuk SMA, dulu pingin jadi peneliti binatang, kadang-kadang (kalau mood) menulis dan hobi ngeband (Yuni's junior)
Abil, mau naik kelas 2 SMP, calon intelektual kita (Lily's junior)
Duke/Dukatis yang dari wajahnya mirip Kartono Muhammad...calon pengamat politik kayaknya..(Rudi's junior)
Ini GulamZaki, auranya calon ustaz kondang ngalahin AA Gym....tapi jadi apa saja pantes kayaknya! (Nurizah's junior)

Label:

Model cilik kita yang kenes!

Mahya Bil Qilti (Rudi's junior)
(Qilla: Misri's junior)

Label:

Wajah ayu calon pemimpin kita dari Riau

Ini Aqilla dan Arifa (Nurizah's juniors)
(Arina: Meimuni-Miftah's junior)
(Bikra': Meimun-Miftah's juniors)

Label:

Jumat, April 11, 2008

Yang pingin jadi dokter...





Vansa (lily's junior) dan Vinda. Mereka berdua dari cerita-cerita emak-emaknya pingin jadi dokter. Vansa pingin jadi dokter kandungan.

Vinda (Yuni's junior) masih ragu jadi dokter, sesekali dia ingin jadi lawyer! Yang pasti jadi dokter kucingnya, rajin ngrawat dan mandiin..bbrrrr kucingnya kedinginan!
Apapun jadinya mereka kedepan!! Yang penting man jadda wajada! Brava dan doá buat berdua dan semuanya!

Label: