ANGERA
Wadah silaturahmi Angkasa-Era (angkatan 1981) dan Alumni KMI Pabelan
Sabtu, Februari 21, 2015
Selasa, September 08, 2009
Selamat Jalan Anakku...


By : Ida Munawwaroh.Bertahun-tahun aku menyimpan kisah ini tanpa ingin menegoknya kembali.....perjalanan rindu yang kubawa sepanjang jalan dan tikungan...aku semangatkan dalam dada satu keyakinan ia menunggu disana.....Entah untuk yang kesekian kalinya mataku basah.....ketika ada ibu, ayah, opa, omah yang datang dengan anak yang telah pucat pasi kepraktek suamiku.....aku menghindar karena tak mampu melihatnya...tak mampu menterjemahkan perasannya....aku pernah mengalaminya, menghitung hari kepergian seorang anak, sibiran tulang, denyutan nadi dan aliran darah....ANAK.....Siapa yang tidak merasa ANAK adalah segala-galanya.....kalau bisa jangan Anak yang sakit...biar kusunting rasa sakitnya......rasa hati setiap bunda yang telah menyerahkan nyawa saat persalinan....yang memberinya air susu iman....yang ia ingin di tangannya tumbuh Husain ataupun Fatimah Az Zahra.....tapi ketika Allah berkendak lain TanganNya meraih titipan itu.....siapa yang siap....walau saat bayi masih merah...atau sedang lucu2nya atau ketika beranjak jadi pelajar....bahkan sampai anak sudah menikah, orang tua manapun tak siap jika titipan ini diambilnya.....
Seorang resident anak...(calon spesialis anak)....menatap kaku kekasihnya diruang isolasi.....matanya nanar...air mata itu bagai gurun pasir yang menjadi karang....suamiku....aku dengar gemuruh hatinya bagai air yang mendidih.....dia bilang padaku..."maafkan aku...anak kita anemia leukemia ....kalau saja bukan ini yang Allah beri aku masih mampu melalukannya"...tapi penyakit yang menakutkan ini....belum tahu asalnya darimana....radiasi?....radiasi yang mana?....aku tak mau banyak bertanya.....yang penting anakku berhasil menjalani cytotoxica....dengan efek samping yang potensial gawat....hanya ada ini pengobatannya. Aku selalu keluar masuk ruangan dengan badan dan baju steril dengan tutup muka....anakku bidadaraku selalu bilang "kenapa mata ibu basah?" aku jawab....ibu tadi kena debu sayang....jawaban itu yang selalu ia dengar dari alasanku meneteskan air mata......debu-debu dosa....debu-debu kepedihan....debu-debu penyesalan....adakah ini salahku? yang menyuapkan makanan di lambungnya....apakah ini salahku yang membawanya ketempat-tempat berbahaya....apakah ini salahku? salahku?anakku...anakku....anakku...
Dalam bisu, suamiku selalu menyentuh kalbu; "marilah kita berdo'a agar cobaan Allah cukup berhenti disini...jika anak kita harus sakit biarlah Allah memberi kekuatan agar tak merasakan sakitnya"....Allah....muliaNya engkau yang memberiku banyak kekuatan dalam menghadapi musibah ini....hingga aku kini bisa mengenangnya kenangan yang sangat indah.....dan aku katakan pada setiap orang yang mengalaminya dengan keyakinan Allah akan beri kita kekuatan....seberat apapun musibah itu tak dapat kita bayangkan....Sebelas tahun sudah.....sulungku dipangkuan Illahi....aku kini mampu melihat lagi foto-foto kekasihku.......aku pasang didinding rumah....dan aku hadirkan dia ada dan sangat dekat dengan kita....dulu aku meratapinya.....kini aku mengenangnya....aku ucapkan pada Allah Rabbku "TERIMAKASIH YA ALLAH AKU SEMPAT KAU BERIKAN KEBAHAGIAAN BERSAMA GHIYAS RASIF TAMMAM SELAMA DUA TAHUN" dua tahun kebahagiann bersamanya menjadi spiritku untuk bercerita pada adik-adiknya....agar menjadi tauladan untuk matahariku yang lain Almas Rausan Fikri, Asif Humamm Rais dan Athar Zaedan Hafidz.....Mas Ghiyas ada dalam tiada.......lebih baik daripada Ada tapi serasa tiada....Almas,Asif dan Athar kini punya lagu GAAA....Ghiyas yang kumaknai nama itu sebagai sang penolong....betul-betul akan menjadi penolongku kelak....GAAA sejati ada disini kata anak-anakku.....bersama ibu Ida dan bapak mukhson begitu ia bilang....berjuang membela kebenaran.....hmhmhm Allah selalu memberiku kebaikan diatas kebaikan...Rasanya aku kuat menikmati hidup ini karena aku lahir dari ibunda bernama Pabelan.....disana aku tumbuh dan berkembang....mentalku membaja.....kulit tubuhku menebal bagai jemari Fatimah Azzahra....berjuta-juta arti hidup telah kudapatkan.....tuk menjadi teraphy saat masa datang terimakasih pondokku ibuku......
Mengenang Ghiyas Rasif Tamam dipanggil Ilahi tanggal 25 september 1998.Ya Allah jadikanlah dia bagiku sebagai pendahulu, tabungan dan pahala...Amien.
Rabu, Agustus 26, 2009
Bapak-bapak yang Baik
Farid hakim sebagai guru teladan dan berprinsip rajin pangkal pandai. begitu juga dalam berkeluarga, buah dari prinsipnya membuat hidupnya bahagia dengan 4 putra-putrinya. Anak-anaknya lucu-lucu, dan kalau dari fotonya terlihat, betapa Farid jadi ayah yang baik dan menyenangkan.Lihat tuh senyum ceria anaknya.
Alfan Firmanto juga tak kalah baiknya, sudah 3 kan Fan? dari gayanya sudah pasti jadi sosok ayah yang menyenangkan. Aduh anak-anaknya menggemaskan, sueger-sueger dan imut kayak ayahnya. Kata salah satu sumber, orang yang nggak akan pernah tua adalah Alfan. Sukses dan tetep jadi ayah yang mengasikkan ya.
Miftah Syarif disudut Riau sana, biasanya kan like father like son, ini like father like daughter. Sama lucu dan menggemaskan...maksudnya juga sueger-sueger, keduanya mirip balita. Padahal pak kyak almukarram Miftah ini sudah jadi kyai besar dengan pesantren besar juga yang dpimpinnya. Tapi senyum tulus dan wajah damainya mengesankan Miftah adalah bapak yang juga luar biasa. Setuju kan?SIAPA YANG MAU BESANAN AMA MEREKA???? :)
Happy family and happy daddy untuk semua!!/yun
Label: Wajah Angera
Rabu, Agustus 05, 2009
Yang Riang Dari Semarang
Ingat Ida Miftahiyah yang imut kecil? Sekarang sudah besar :). Ida adik kelas Angera, asalnya dari Semarang geser dikit ke barat alias Kendal. Ida belum lama bersibuk hampir jadi caleg dari PAN, banyak menekuni bidang public relation and marketing. Sekarang dengan keluarganya tinggal di Serang Banten.
Ingat Maya (Maria Qibtia) dari Semarang? Walaupun sudah berhadiah 4 juniors, tetapi masih cantik dan imut. Apalagi dengan gaya navy begitu, tambah keren aja. Atau jangan-jangan ini bala tentara yang mau ikut perang di Semarang?
Kalau yang ini tak usah diperkenalkan....seorang balita yang punya 3 orang balita juga. Semua imut imut pintar-pintar sehat-sehat dan soleh solehah kecuali yang baju merah kayaknya :).Jadi kesimpulannya walaupun Semarang airnya asin, banjir melulu, macet, panas, berdebu..rupanya banyak mutiara didalamnya./yun
Label: Wajah Adik Tercinta, Wajah Angera
Rabu, Juni 10, 2009
Artis kita juga

Ingat ketiga nama artis diatas? Ada Rosmalia Pulungan dari Medan, mayorete kita, yang gaya berkebayanya tak kalah dengan Sundari Soekotjo. Lokasi fotonya gampang, cukup didepan tumpukan kasur yg ditutup karpet. Ada yang tahu dimana dia sekarang? Kalau foto gadis cilik berponi adalah artis yang suara dan senyumnya bikin mabok dunia. Dia ngetop dengan sebutan Chicha Koeswoyo pada masa anak-anak dan Vina Panduwinata pada masa remaja...sekarang kami lupa siapanama aslinya. Nah foto gadis berdarah ini tebak siapa? Pada zamannya dia artis Buana Citra yang sekarang jadi redpel majalah perempuan ternama "KARTINI". Namanya sering tertukar dengan nama keluarga Sukarno Ratna Sari Dewi, kalau ini Ratna Dewi Yamina.

Label: Wajah Adik Tercinta, Wajah Angera, Wajah Kakak Tercinta
Minggu, April 12, 2009
Artis Cilik 80-an


Ini foto-foto artis cilik yang cantik pada masanya. Dulu artis ini pernah nggak suka sama hasil foto ini di Pemuda, karena pernah diledek sama sobatnya katanya mirip salah satu ustaz Pabelan. Dan kelihatannya foto ini nggak tersebar juga (terutama yang pasfoto). Karena pas reuni kemarin, beberapa alumni bawa album dan foto artis ini menghiasi album album teman-teman. Rata-rata foto yang beredar sangat sempurna. Tetapi untung ada penyimpan setia foto ini. Selamat menikmati wajah polos dan lugunya...
Label: Wajah Angera
Ziarah Makam Wati (2)
UNTUK MENGHARGAI ALMARHUMAH, Article ini kami buat copy baru, jadi komentar-komentar/diskusi yang dahulunya ada di ekor article ini, bisa dibuka di article: "PENGADILAN ALUMNI" di lokasi yang sama.
Label: Wajah Angera
Selasa, September 30, 2008
KETEMU TEMAN YANG "HILANG" (BAG 2)

Assalamualaikum
Lily, aku kangen banget sama kamu, aku tahu alamatmu dari angera.
Ini no ku: 0815-1869 203 tlg hubungi aku ya li...
Aku sekarang di Jakarta, aku lagi buru2, gak bisa nulis banyak...lain kali disambung lagi
Miss u a lot
W i w i

Itulah email yang saya terima, saya sangat kaget karena sama sekali tak menyangka mbak Wiwi bisa menghubungiku setelah 27 tahun berpisah.
Yah...mbak Wiwik adalah teman kita, angera '81, tapi sebelum angera terbentuk mbak Wiwi sudah keluar dari Pabelan. Mbak Wiwi di Pabelan hanya sekitar 6 bulan, karena orang tuanya mutasi ke Makassar (dulu Ujung Pandang), maka mbak Wiwi terpaksa mengikuti orang tuanya dan meninggalkan kami adik-adiknya di Pabelan.
Hubungan saya dengan mbak Wiwi walau hanya sesaat sangat dekat, maklum selain pembawaannya yang dewasa (masuk Pabelan sudah SMP), juga sangat mengerti dan mau memahami orang lain. Belum lagi tulisan tangannya yang rapi dan bagus, membuat aku semakin banyak belajar darinya.
Setelah dari Pabelan, saya sempat menemuinya di Makassar sekitar tahun '84. Dan setelah itu "hilang" entah kemana rimbanya. Saya mencari di alamat terakhir: Kompleks Migas, Jln Gunung Latimojong, sudah ganti penghuni. Alhasil sosok mbak Wiwi hanyalah sebagai sosok yang dikenang.
Waktu kita mau mau adakan reuni, kita sempat memasukkan nama mbak Wiwi di dalam blog angera. Dan karena itulah ketika suaminya googling, dan menemukan bahwa istrinya dicari-cari teman angera.
Sekarang mbak Wiwi menjadi tenaga pengajar di salah satu sekolah di Jakarta, sudah dikaruniai 2 orang anak. Bagi teman-teman yang ingin lebih tau sosok mbak Wiwi, silahkan klik di: www.mufidatul.blogspot.com.
Kita berharap, jalinan silaturrahmi akan semakin erat dengan komunikasi-komunikasi yang telah dibina selama ini. Amien..........

Itulah email yang saya terima, saya sangat kaget karena sama sekali tak menyangka mbak Wiwi bisa menghubungiku setelah 27 tahun berpisah.
Yah...mbak Wiwik adalah teman kita, angera '81, tapi sebelum angera terbentuk mbak Wiwi sudah keluar dari Pabelan. Mbak Wiwi di Pabelan hanya sekitar 6 bulan, karena orang tuanya mutasi ke Makassar (dulu Ujung Pandang), maka mbak Wiwi terpaksa mengikuti orang tuanya dan meninggalkan kami adik-adiknya di Pabelan.
Hubungan saya dengan mbak Wiwi walau hanya sesaat sangat dekat, maklum selain pembawaannya yang dewasa (masuk Pabelan sudah SMP), juga sangat mengerti dan mau memahami orang lain. Belum lagi tulisan tangannya yang rapi dan bagus, membuat aku semakin banyak belajar darinya.
Setelah dari Pabelan, saya sempat menemuinya di Makassar sekitar tahun '84. Dan setelah itu "hilang" entah kemana rimbanya. Saya mencari di alamat terakhir: Kompleks Migas, Jln Gunung Latimojong, sudah ganti penghuni. Alhasil sosok mbak Wiwi hanyalah sebagai sosok yang dikenang.
Waktu kita mau mau adakan reuni, kita sempat memasukkan nama mbak Wiwi di dalam blog angera. Dan karena itulah ketika suaminya googling, dan menemukan bahwa istrinya dicari-cari teman angera.
Sekarang mbak Wiwi menjadi tenaga pengajar di salah satu sekolah di Jakarta, sudah dikaruniai 2 orang anak. Bagi teman-teman yang ingin lebih tau sosok mbak Wiwi, silahkan klik di: www.mufidatul.blogspot.com.
Kita berharap, jalinan silaturrahmi akan semakin erat dengan komunikasi-komunikasi yang telah dibina selama ini. Amien..........
Label: Wajah Angera
Rabu, Juni 04, 2008
Kamis, Mei 22, 2008
Rabu, Mei 14, 2008
Nurfaizah

Nur Faizah kawan Era yang berasal dari Surabaya keberadaannya masih dicari panitia reuni. Teman-teman yang mengetahui keberadaan Nur faizah ayo dong hubungi ketua reuni Nurlailah Ahmad. Seperti yang sudah diposting sebelumnya, anggota Angera yang dicari termasuk Nurfaizah ini.
Label: Wajah Angera
Selasa, Mei 13, 2008
Ustadzah-ustadzah Era

Inilah sebagian dari teman-teman Era yang mengabdikan diri menjadi Ustadzah-Ustadzah.
Depan dari kiri: Maemun, Misri,Basiroh,Ida, Zuma
Tengah: Siti Nurhayati, Nur Fadhilah
Belakang:Fatrawati,Sumiyati,Nurul Faizah,Zuma,Ambar, Alfiah
(mohon dilengkapi yang masih kurang)
Label: Wajah Angera
Jumat, Mei 09, 2008
Kami Menunggu Kabar mereka
Karena keterbatasan kami,
sampai saat ini kami belum bisa mendapatkan data-data teman kami ini.
Kami berharap jika ada yang mengetahui keberadaan mereka, mohon informasi kepada kami
karena kami merindukan mereka, mereka bagian dari kami.
Terima kasih
Jamiah (Pabelan)
Label: Wajah Angera
































