Rabu, April 02, 2014

Menyepi Mancing

Mengisi hari libur "nyepi" dengan melakukan nyepi mancing, bisa di laut lepas, bisa juga di taman kolam rumah . Wangsit dari penguasa laut selatan tertangkap, ikan didapat, menu makan siang menjadi lezat. Sip banget tuk Pak Basroni & mas Dadin! /f

Label:

Rabu, November 07, 2012

Apa Adanya


Siapa bilang alumni selalu jaim (jaga imej). Banyak alumni yang tampil apa adanya, tanpa takut dipersepsi A, B atau C. Foto-foto di atas merupakan sebagian contoh dari sikap natural alumni. Ada yang berani polos mandi kembang tujuh rupa di sungai Pabelan, ada yang menikmati hidangan dengan lahap full lapar, ada juga yang nyantai istirahat nyaris tidur di atas dahan pohon. Ck ck ck!. /f

Label:

Sabtu, November 27, 2010

Ke Maguwoharjo



















Melihat dari dekat n sedikit berbagi untuk saudara2 kita yang sedang dapat musibah, menjadi pengalaman spesial..
Nampak foto: Yuni n mbak Isti di pengungsian Stadion Maguwoharjo. Usai dari Maguwo, Yuni nyempetin ketemu sahabat2: Lili n Ilham sambil makan2, cerita2 n kangen2an../f




Label:

Minggu, Oktober 03, 2010

Kampung Yuni















Peristiwa pulang kampung so pasti sangat ditunggu2. Ketemu ortu, keluarga n orang2 terdekat.
Jika orang tersayang kita telah berada di haribaan-Nya, "pertemuan" tetap tak mungkin tertahankan. Di titik nol itu ikhlas pasrahkan semua ketentramannya kepada-Nya..
Memohon kelapangan jalan yang terang benderang... amin..
Tampak foto: Yuni khusyuk berdoa di pusaran bunda tercinta.

Tak lengkap pulkam kalo nggak nikmati wisata kuliner khas kampung Yuni (Baturetno) yang kaya rasa n aneka macam (serba super pedas manis gurih lezat).
Ada nasi tiwul pincuk oseng-oseng sayur pedas, pecel pedas, tempe kering lombok ijo manis pedas, peyek, kripik tempe krispi, gula kacang, berem, lodeh campur2 super pedas, opor ayam pedas, dll (tambahin dong aku lupa nama-namanya).
Keluar dari kampung.. menuju kota Solo..ubeg-ubeg pasar Klewer sampe ketemu makanan...
Tampak foto: orang-orang pinggiran nikmati sop kikil di sela-sela pasar, bener2 di pinggir../f

Label:

Minggu, Agustus 22, 2010

Perjalanan Mbak Isti




















Mungkin tak banyak yang ngerti, kalo mbak Istiatun (mbak Isti) adalah pengelana n cinta silarurrahmi.
Beberapa waktu yang lalu (sebelum bulan puasa) mbak Isti berkesempatan ke negeri "Gajah Putih" Bangkok Thailand untuk sebuah acara yang berhubungan dengan pekerjaannya.
Kontak2 dengan Rina dan terjadi silaturrahmi. Mbak Isti diundang ke rumah bertemu suami n anak2 Rina yang pintar2 n lucu2, juga nginap sehingga kangen2an, cerita2 nostalgi penuh rindu Pabelanpun mengalir..
Pertemuan itu membuat Mbak Isti merasa sangat terkesan.. Keramahan gupuh gayeng Rina sekeluarga membuat betah, tapi sayang mbak Isti harus segera pulang..





Beberapa waktu kemudian, mbak Isti berkesempatan mengisi sebuah acara di Banjarmasin.
Ba'da magrib, saat usai acara mbak Isti, silaturrahmi dengan alumni juga terjadi. Asmeliardi (Meli) n isteri, di sela padat kesibukannya, menyempatkan diri menemui mbak Isti, mengantar silaturrahmi ke rumah kak Ilham Masykuri Hamdie. Kak Ilham menyambut mbak Isti dengan penuh hangat sambil ngobrol2 tentang Pabelan masa lalu, masa kini dan lain sebagainya..
Tampak foto, monumen kota Martapura (di Kab. Banjar Kal-Sel) yang terkenal dengan "kota intan" / batu bermata telah dikunjungi mbak Isti (diantar Meli n isteri sebelum ke bandara menuju Yogya). Kota ini juga dikenal sebagai "kota santri" karena banyak pesantren yang mencetak banyak ulama diantaranya adalah alm.Kyai H.Zaini Abdul Gani yang akrab dipanggil dengan "Guru Ijai".



















Usai ketemu kak Ilham, Meli n isteri mengantar mbak Isti ke "Jembatan Barito". Jembatan yang diresmikan 1997 ini berada di Kabupaten Barito Kuala Kal-Sel, memiliki panjang 1.082 m melintasi sungai Barito. Di bawah jembatan ini (di tengah sungai) terdapat pulau kecil yang disebut dengan pulau "Bakut". Perpaduan antara kokoh jembatan n suasana sekitar sungai, membuat jembatan ini indah untuk dijadikan tempat santai..






Pada saat subuh tiba, pada saat itu juga, sungai Martapura yang mengaliri kota Banjarmasin, berdenyut hidup oleh hiruk pikuk "Pasar Terapung". Pasar yang hanya ada pada pagi hari ini, telah berumur ratusan tahun iringi kehidupan masyarakat sepanjang aliran sungai. Pasar ini sampai saat ini masih bertahan, tak goyah oleh gemerlap pasar modern yang menjamur di kota Banjarmasin. Di pasar ini transaksi jual beli n sistem barter hasil bumi masih terjadi. Kekhasan dan keunikannya memikat turis (domestik n luar) termasuk mbak Isti yang pagi itu diajak panitia acara. Seperti mengikuti perjalanan fajar pagi yang mulai menaik meninggi pancarkan panas, para pedagang dengan "jukungnya" (sampan) meninggalkan tempat, meneruskan perjalan menuju rumah, sawah n kebunnya masing-masing tuk songsong "pertemuan" esok pagi di tempat yang sama, mudah2an dengan rezeki berbeda, yang lebih banyak, lebih melimpah, amin... /f

Label:

Minggu, Juni 20, 2010

Makan... Makan...


























Makan2 adalah acara yang ditunggu2
Makan di sela acara layat alumni/ keluarga alumni n nengok bapak teman sakit.
Tiap foto punya waktu, lokasi n bos (pentraktir) yang berbeda.
Waktunya ada siang, sore n malam.
Lokasinya ada yang di Kartasura, Muntilan, Solo n Temanggung.
Semua seru n tentu lezaaaat..
Trims tuk yang traktir, mudah2an makin dikasihNya rizki melimpah, amin.. (f)

Label:

Jumat, Agustus 29, 2008

ISTANA ANGERA DI ITALY

Pengalaman lucu, suatu kali lagi googling : "angera", pas awal kita baru punya blog angera. Untuk ngecek, sudah nongol di google belum kata angera. Wow, ada!! senangnya hatiku.... lalu aku klik kata itu...eh..yang muncul kok malah gambar istana di puncak gunung karang yang menjungkit di tepian danau cantik. Lalu aku telp temen-temenku dari Italy (yang tinggal di Belanda). Do you know "angera?". Mereka heran: "angera? what is that". Aku jelasin: "Thats angera! the name of a castle beside the nice lake. How come you dont know this place?". Dengan nada agak kecewa mereka bilang: "Sorry..I dont understand..I have never heard about angera". Dalam hatiku, ini orang Italy kuper banget yak! Masak nggak tahu wilayahnya sendiri! Lalu aku kirim email menulis kata angera. Trus salah satu dari mereka nelp bilang: "Oh my god..thats Angera, I knew it". Aku masih heran: "Why did you tell me that you dont know it?". Temenku ngekek ngledek: "Since you said Angera, the way we pronounce is Anjeeera.... ". ha..ha...ha...Jadi tulisannya sama, mbacanya yang beda sodara-sodara, makanya kawan-kawanku nggak mudeng!

Kedua panorama diatas adalah suasana castil Rocca yang sangat terkenal di bukit karang Angera. Castil ini ditepi telaga Maggiore. Letak Angera ini sebelah barat laut kota Milan atau Milano (Italy utara). Sekitar 1 jam dengan kendaraan darat.

Ini suasana interior castil tua yang dibangun th 1000-1500an. Cukup tua juga ya sejarah Angera Italia? Kalau Angera Pabelan masih muda...eh, tua juga, udah 27 tahun sejak 1981.

Ini email dari kawanku yang sangat helpfull ( kalau mau tahu lebih detail tentang Angera ) Italy:
"Angera? It’s a little town on the Maggiore lake in the north west part of italy (it’s not too far from my place). famous with its “rocca” , castle, in a strategic position overseen the lake, built during the period:1000-1500. I haven’t been there for long time! Angera is a town located in the province of Varese <http://en.wikipedia.org/wiki/Province_of_Varese> , in the Lombardy <http://en.wikipedia.org/wiki/Lombardy> region of northern Italy <http://en.wikipedia.org/wiki/Italy> . In Roman times, under the name of Angleria, it was an important lake port and road station. Today its major feature is the Rocca, an imposing castle of very ancient origin. The area offers good wines and lovely panoramas over Lago Maggiore<http://en.wikipedia.org/wiki/Lago_Maggiore> ".


(Note: All pictures are from googleimages)

Label:

Minggu, Agustus 17, 2008

Indonesia merdeka versi Belanda

17 Agustus 1945! Itu versi Indonesia menganggap kita merdeka kan?. Kalau Belanda? baru tgl 27 Desember 1949. Nah lalu gimana masyarakat Indonesia memperingati kemerdakaan 17 agt ini di Belanda? Ya pasti boleh, bebas....di KBRI selalu ada upacara 17 agustusan, lalu selalu dilanjut dengan pesta rakyat. Kali ini mengundang Dorce Gamalama, Rhere, Andree Hehanusa. Beberapa tahun lalu ada Srimulat. Persis seperti bazar, banyak makanan Indonesia dijual, dari gado-gado, martabak, sate madura, empek-empek, dll. Yang lucu, banyak orang-orang tua (terutama yang terhalang pulang karena dituduh PKI oleh Soeharto, padahal mereka cuma Soekarnois dan menolak mendukung Suharto), mereka gayanya lucu-lucu. Masih pakai brookat kebaya warna jreng yang biasa dipakai orang kampung jaman kita keci-kecil. Jadi mereka seperti terlambat lahir dan kita bener-bener jadi merasa seperti Indonesia jaman dahulu.

Lalu, Belanda sendiri membuat pesta peringatan kah untuk kemerdekaan Indonesia? Mungkin tidak dilakukan pada tanggal 27 Des (yang lagi winter musim dingin), tetapi pas jelang musing panas bulan April ada pasar malam besar yang digelar di Malieveld-Den Haag, populer dengan sebutan festifal pasar Tong-Tong. Kedua foto dalam posting ini suasana didalam tenda raksasa untuk festifal pasar tong-tong ini. Persis seperti pasar malam, aneka makanan Indonesia ada, baju-baju, teater/bioskop tentang Indonesia, panggung musi-musik keroncong dll, diskusi ttg Indonesia, memasak resep Indonesia dan dimakan sama-sama, pameran buku ttg Indonesia. Pokoknya seru. Student Indonesia juga banyak yang jadi waiter temporer disini.

Btw, waktu aku datang pertama kali kesini, curious banget pingin lihat persepsi murid-murid /orang Belanda ttg penjajahan. Apa mereka nggak berhati? Rupanya sejarah kekejaman itu nggak sampai tertransfer ke murid-murid. Sangat biasa di Eropa ini orang menganggap kolonisasi adalah glory jaman keemasan mereka. Dan itu wajar..hampir semua negara Eropa ini punya koloni. Sebel banget nggak sih? Tapi yang lucu, aku pernah temenin profesorku dan anaknya (orang Belanda) lewat tugu bambu runcing Batikan-Muntilan itu lho..ingat kan? Dengan nasionalisnya aku bilang: "itu dulu senjata tradisonal bambu runcing untuk membunuh orang Belanda". Lalu Shaila anak profku yang berumur 11 langsung bangun dan nanya macem-macem...aduh!! pusing aku!! (y).

Label: