Minggu, Agustus 17, 2008

Indonesia merdeka versi Belanda

17 Agustus 1945! Itu versi Indonesia menganggap kita merdeka kan?. Kalau Belanda? baru tgl 27 Desember 1949. Nah lalu gimana masyarakat Indonesia memperingati kemerdakaan 17 agt ini di Belanda? Ya pasti boleh, bebas....di KBRI selalu ada upacara 17 agustusan, lalu selalu dilanjut dengan pesta rakyat. Kali ini mengundang Dorce Gamalama, Rhere, Andree Hehanusa. Beberapa tahun lalu ada Srimulat. Persis seperti bazar, banyak makanan Indonesia dijual, dari gado-gado, martabak, sate madura, empek-empek, dll. Yang lucu, banyak orang-orang tua (terutama yang terhalang pulang karena dituduh PKI oleh Soeharto, padahal mereka cuma Soekarnois dan menolak mendukung Suharto), mereka gayanya lucu-lucu. Masih pakai brookat kebaya warna jreng yang biasa dipakai orang kampung jaman kita keci-kecil. Jadi mereka seperti terlambat lahir dan kita bener-bener jadi merasa seperti Indonesia jaman dahulu.

Lalu, Belanda sendiri membuat pesta peringatan kah untuk kemerdekaan Indonesia? Mungkin tidak dilakukan pada tanggal 27 Des (yang lagi winter musim dingin), tetapi pas jelang musing panas bulan April ada pasar malam besar yang digelar di Malieveld-Den Haag, populer dengan sebutan festifal pasar Tong-Tong. Kedua foto dalam posting ini suasana didalam tenda raksasa untuk festifal pasar tong-tong ini. Persis seperti pasar malam, aneka makanan Indonesia ada, baju-baju, teater/bioskop tentang Indonesia, panggung musi-musik keroncong dll, diskusi ttg Indonesia, memasak resep Indonesia dan dimakan sama-sama, pameran buku ttg Indonesia. Pokoknya seru. Student Indonesia juga banyak yang jadi waiter temporer disini.

Btw, waktu aku datang pertama kali kesini, curious banget pingin lihat persepsi murid-murid /orang Belanda ttg penjajahan. Apa mereka nggak berhati? Rupanya sejarah kekejaman itu nggak sampai tertransfer ke murid-murid. Sangat biasa di Eropa ini orang menganggap kolonisasi adalah glory jaman keemasan mereka. Dan itu wajar..hampir semua negara Eropa ini punya koloni. Sebel banget nggak sih? Tapi yang lucu, aku pernah temenin profesorku dan anaknya (orang Belanda) lewat tugu bambu runcing Batikan-Muntilan itu lho..ingat kan? Dengan nasionalisnya aku bilang: "itu dulu senjata tradisonal bambu runcing untuk membunuh orang Belanda". Lalu Shaila anak profku yang berumur 11 langsung bangun dan nanya macem-macem...aduh!! pusing aku!! (y).

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda