Kamis, Juli 16, 2009

Menengok Warni dan sebuah Amanat

Ini penggalan-penggalan foto menengok Warni, yang ditulis oleh Nuri bu RT dan paragraf terakhir oleh Yuni (karena ada amanat dari Warni pagi ini).


(Nikmatnya makan malam di rumah Mbak Ikun dengan kak Amien fardian, Warni, Yuni,Nuri,mbak Ikun)

Akhir Mei lalu saya mendapat kesempatan ke Jakarta. Saya bahagia banget terutama setelah mendengar kabar sahabat Era, Warniati, yang sedang sakit juga berada di Jakarta. Tentunya kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Selama ini saya dan pecinta blog ANgera hanya mendengar kabarnya saja yang sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Apalagi perjumpaan saya dengan Warni sudah lama, sejak kami kuliah di Ciputat dulu sekitar tahun 1990-an.
Makanya, ketika ada kabar dari Yuni, kalau Warni diterapi saat itu di rumah Mbak Ikun, saya semangat banget untuk bergabung di rumah Mbak Ikun. Kebetulan sore sampai malam saya tak ada kesibukan lagi. Reuni kecil kami di kediaman Mbak Ikun tambah ramai dengan kehadiran Kakak Angera, bang Amin Muchtar.Tak lama Piah dan suaminya juga ikut bergabung.
Tak terkirakan senangnya melihat Warni yang punya semangat hidup tinggi. Keinginannya untuk sembuh terpancar dari wajahnya yang selalu tersenyum. Warni juga banyak cerita dan mengingat masa lalu. Bahkan banyak kejadian lucu yang hanya diingat Warni. Semoga sahabat Era ini cepat sembuh dari penyakitnya. Doa kami menyertaimu selalu.(nuri)


Piah dan suaminya serta si bungsu ikut meramaikan reuni kecil di kediaman Mbak Ikun
/ Nuri

2 bulan kemudian (12 Juli 09), tamu dari Jogja (Fatra) yg kebetulan mengantar dan menjemput anak-anaknya yang berlibur ke Jakarta menyempatkan menengok Warni. Ini foto saat Warni mau kembali bertolak ke Banjarmasin untuk melalui Ramadhan dengan keluarga. Sejak kemarin Warni sibuk menelphon sana sini untuk meminta maaf kepada para sobat dan kerabat. Melalui Angera, Warni menitip amanat untuk para sahabat tercinta para Alumni, dengan segenap hati paling dalam, Warni ingin meminta maaf yang sebesar besarnya apabila dimasa lalu, kini dan akan datang membuat kesalahan yang tersengaja atau tidak. Warni yakin, penyembuhan dirinya akan terdukung kalau hatinya ringan karena tidak ada rasa bersalah kepada semua pihak. Tetap semangat dan yakin sembuh ya War../yuni

Label:

4 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Meski di antara kita nggak sempat bertemu di Mbelan, tapi doaku selalu menyertaimu, Kak Warni. Semoga Kak Warni cepat sembuh.

Agus Subandono Subang

16 Juli 2009 pukul 15.53  
Anonymous Anonim mengatakan...

for Mas Agus Subandono, itulah arti persaudaraan yg sebenarnya, sekalipun kita belum bersua atau bertatap muka, karna ukhuwah islamiyah yg menjadi salah satu moto Pabelan, Allah mempersatukan kita untuk saling menguatkan dalam doa, Barakallah.....AbiRizky

16 Juli 2009 pukul 17.00  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ya Allah, berikanlah kesembuhan bagi saudaraku, Warniati. Amin ya robbal alamin

16 Juli 2009 pukul 20.31  
Anonymous Anonim mengatakan...

Warni cepat sembuh ya sayang.....
aku hanya bisa menyapa dengan do'a dan harapan warni semakin baik, pulih dan sehat kembali...amien
Ida Muna

23 Juli 2009 pukul 22.11  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda