Rabu, Juli 22, 2009

Bertemu Ida Munawaroh















Siapa yang tak kenal sahabat (Era) kita yang tetap cantik awet ayu seperti dulu (waktu di Pabelan), Ida Munawaroh. Minggu, 19 Juli 2009, dia ke Yogya menghadiri acara reuni fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Saat Lili n Fatra menemuinya di hotel Melia Purosani Yk (penginapannya), kita juga bertemu anak2 (3 jagoan) n suaminya (M. Mukhson, dokter spesialis anak) yang juga sedang ikuti acara di hotel itu. Silaturrahmi saat itu jadi semakin lengkap n seru deh. Sehari2, Ida bergelut dengan berbagai aktivitas sosial (di Purwokerto) dan kadang masih sempat kirim tulisan tuk beberapa majalah wanita. Setelah berjam2 ngobrol2 melepas kangen, ia bagi2 kenangan tuk kita, yaitu kerudung manis. Rezeki kita deh (ftr).

Label:

15 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Awet ayu, kadung gawan bayi,Bravo Mbak Ida..... ma'assalamah....

22 Juli 2009 pukul 15.10  
Anonymous Anonim mengatakan...

Kangen...deh untuk semua. Cuma bingung nih dengan laporan reporter jgy (fatra), tahunnya 2007 atau 2009, ya?? Oya, kenangan dar ida M itu memang indah, awet, dan masih kita gunakan sekarang. Padahal, kenangan itu dibagikan reuni tahun lalu lho? Kalau fatra dan lili dibagi lagi, ya..nambah deh rezekinya.(nuri)

22 Juli 2009 pukul 16.22  
Anonymous Anonim mengatakan...

parasnya ayu. langkahnya gemulai. perilakunya baik. suka menolong. nggak sombong. aduh-duh... itu semua adalah dambaan semua lelaki sejagat di dunia ini.

Hidayat Pacitan

22 Juli 2009 pukul 16.25  
Anonymous Anonim mengatakan...

wahhh, kok awet ayu... jamune opo to mbak..? mbok saya di paringi...! men awet bagus...

22 Juli 2009 pukul 17.43  
Anonymous Anonim mengatakan...

Sori bu, seharusnya 2009, udak tak perbaiki, maklum, dah tua, hehe. Yang namanya Ida itu, sejak dulu sering bagi2 kebahagiaan, bisa dalam bentuk kerudung,kue2 ato suvenir2 cantik. Mungkin itu salah satu sebab yang buatnya tetap awet ayu, cantik n manis... fatra.

23 Juli 2009 pukul 10.10  
Anonymous Anonim mengatakan...

Mas Hidayat Pacitan udah ketemu secara live belum dgn mba' Ida...? klo belum mungkin lihat disini belum seberapa cantik & ayunya, coba klo dilihat secara langsung, akan lain ceritanya, siapapun akan terpesona...coba aja suruh jalan didepan kaum Adam, klo ngga' terpotong jari tangannya, bukan kaum Adam namamnya...bu dokter mana tulisannya....? bu dokteranda Nurizah Johan sudah menunggu tidak sabar (hingga tercipta senandung yg dibawakan Ridho Rhoma) termasuk yg lainnya, begitu bukan bu RT....? AbiRizky

23 Juli 2009 pukul 10.40  
Anonymous Anonim mengatakan...

Bener banget AbiR. Mosok bu dokter hanya menulis di majalah aja, di angera juga dong bu dokter. Banyak banget nih yang nunggu. Apalagi kita tahu semua, pengalaman Bu dokter nggak sedikitlah di mbelan, terutama cinmonnya di awal-awal nyantri, siapa yang tak tahu dengan 'AA'-nya bu dokter dulu? He.he...33322X (nuri)

23 Juli 2009 pukul 18.03  
Anonymous Anonim mengatakan...

halow saudaraku semua....kuangen memang nggak pernah terhenti....sebagaimana dalam nafasku ada do'a untuk semua....nggak mungkin banget bisa melepas kenangan indah bersama kakak-adik tercinta di Pabelan....senangnya di panggil teeh, mbokayune....adinda....uni...wah serasa dari satu konsulant. Makasih kunjunganmu Fatra n Lilik, pintu surgamu ada dimana-mana....aku ingat ada sahabat nabi yang selalu pergi ke pasar sampai di tegur dikira belanja terus.....padahal dia nggak beli apa-apa cuma mau silaturrahmi....itulah hebatnya kalian semua uni nuri, kak Abi Rizki,yuni,misri,yang nggak bisa disebut satu-satu...... insya Allah kita jumpa lagi.....muach luv.

23 Juli 2009 pukul 21.53  
Anonymous Anonim mengatakan...

Seneng & bangga, melihat tiga wanita muda, yang kebetulan dulu pernah jadi murid saya, kini semuanya telah menjadi orang yang berguna..., pinter2, dan tetap cantik mempesona...
Oh, indahnya dunia...
Oh, Jadi kangen juga dg 'anak-anakku' yang lainnya/RM

24 Juli 2009 pukul 11.25  
Anonymous Anonim mengatakan...

Wah... untuk kalian yg betiga, boleh bangga disebut sama Ustadz Rajasa, karna kalian bertiga mewakili murid yg berprestasi, tapi klo Ustadz jadi kangen dgn semua, berarti Ustad ingat juga dgn Ali Itonangar, Rangin Sembada, Iwan Marmulyawan, Dardiri, Iin Sholihin dll. yg ngga kalah prestasinya waktu nyantri dulu, gimana Ustadz... masih ingat ngga' dgn mereka...? AbiRizky

24 Juli 2009 pukul 13.14  
Anonymous Anonim mengatakan...

tuk jeng Ida M, tulis ajja pengalaman yg pernah terjadi, klo untuk urusan cinmon, yg mungkin lupa2 ingat, kata mba Yuni tanya aja ke uni Nuri, pasti hafal diluar kelapa...eh kepala, karna database siapa jadi dgn siapa, berikut tempat meeting dan tgl jadiannya super lengkap ada dalam memorinya, makanya kita2 juga lagi menunggu memoarnya bu Rt, yg akan mengungkapkan love story nya... ditunggu lho bu Dokter & bu Dokteranda.....AbiRizky

24 Juli 2009 pukul 13.40  
Anonymous Anonim mengatakan...

Abi Rizqy! Mereka yang kamu tanyakan itu, masing2 ada kesan mendalam di hati saya. Ali T yg gendut agak kriting, Bada yg wjhnya jelas mirip mbak Nuki, Iwan M yg punya tahi lalat, Dardiri yg kurus, Iin S yg kecil(?), aku mencintai mereka semua. Tapi dimanakh gerangan mereka sekarang? Kangen bener dg tingkah laku mereka yg lucu-lucu, dan kadang bikin pening kepala. BTW, kamu sendiri sehat, kan?/RM

25 Juli 2009 pukul 07.55  
Anonymous Anonim mengatakan...

Alhamdulillah sehat, mohon do'anya Ustadz, agar bisa survive dalam menjalani hidup, klo Bada sepertinya masih di Jepang karna beristrikan orang sana, Dardiri jadi pengusaha Sembako di Smg, Iwan masih tetap di Solo, Iin Sholihin urang Sunda yg belum kedengaran lagi kabarnya, sedangkan Ali Itonangar waktu kls III di Pabelan melanjutkan ke Gontor & jadi duta pramuka ketika Raimuna Nasional Cibubur th '82, Insya Allah mereka sudah insyaf dengan kesalahannya, berkat "gebugan" sajadah Ustadz ketika mendapat iqob, kini mereka menikmati hasilnya, dan Ustadz tidak perlu sakit kepala/pening lagi....Insya Allah mereka jadi manusia yg berguna berkat "Sajadah Cinta" Ustadz, amiiin...AbiRizky

25 Juli 2009 pukul 09.25  
Anonymous Anonim mengatakan...

Syukraan Ustadz Rajasa.....dan yunda maria....karena didikan yang welas asih dari ustadz dan ustadzah tercinta kita jadi bisa memaknai hidup dengan welas asih pula....pahala bersemi demikian kiranya....ketika benih-benih yang ustadz tanam kini bermekaran dimana-mana sedap dipandang mata.... bukankah begitu Abi Rizki, Uni Nuri....Fatra,lilik n misri dan semua.....miss you...Ida Muna

25 Juli 2009 pukul 22.06  
Anonymous Almas Rausan Fikri mengatakan...

Keren Coy!

7 April 2010 pukul 19.35  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda