Kamis, November 27, 2008

PERJALANAN MENUJU NEGERI MBELAN

Part XI

Sambutan berikutnya dari Ustad Habib Chirzin. Ustad kita satu ini memang piawai ber-muhadhoroh. Penguasaan bahasa Arab, Inggris, Indonesia, dan tentu saja Bahasa Jawa halus atawa “kromo inggil” kian menambah daya pikatnya kala berbicara di atas mimbar. Ia memang memiliki modal sosial, intelektual, dan kultural tak tergoyahkan untuk bicara di lingkungan pesantren. Pantas saja pengurus yayasan mendaulatnya untuk mewakili keluarga besar Pondok Pabelan, di forum yang langka itu.

Ia tak ragu menyitir ayat suci untuk mengukuhkan argumen atau pilihan hidupnya. Ia bahkan terlihat percaya diri kala mengucapnya. Ini penting dipertegas di sini karena ada alumni pesantren atau intelektual Muslim yg tak suka—bahkan cenderung menghindari--mengutip ayat kala ngomong atau nulis. Ane bahkan pernah mendengar ketidaksukaan mengutip ayat tersebut langsung dari mulutnya. Mungkin karena dianggap kurang keren atau tidak ilmiah atau ndeso atau khawatir akan merontokkan identitas kecendekiawanannya. Pada titik ini ia seperti Cak Nur, penarik gerbong pembaruan pemikiran Islam yg ane kagumi itu, seniornya di Gontor dulu.

Di panggung besar itu, Ustad Habib tampak berhati-hati memilih dan memilah kata. Tapi satu hal terang: ia tampak yakin dengan apa yg diucapkannya—sebentuk sikap yg selayaknya memang harus dimiliki oleh seorang tuan guru plus macam dia.

Beberapa kali ia seperti menarik nafas panjang, sembari mengarahkan pandangan ke depan, menahan haru, mungkin. Ia seperti tengah membayangkan kehadiran Kiai Hamam di forum itu, di siang yg mulai agak terik.

Di atas semua itu, ia adalah salah satu prototipe santri Jawa tulen yg berwawasan kosmopolitan. Pergaulannya luas, melewati batas-batas geografis suatu negara. Wawasan dan visinya jauh melesat melampaui pagar halaman rumahnya, yg tak kecil itu. Ini tentu berbeda dengan visi para politisi kita yg jangkauan visinya hanya selebar pekarangan rumah, tipe 36 pula—seperti kerap disinggung Buya Syafii.

Entah kolong langit mana yg belum tersentuh kaki ustad yg istrinya alumni Pabelan ini. Ia mungkin sudah lupa berapa banyak negara yg telah dikunjungi, dan berapa kali pergi. Ke Israel pun ia pernah. Kolong langit mana lagi yg belum dilongok, coba?

Juga, entah tokoh besar mana di republik ini yg tak mengenalnya. Sekadar contoh, meski ia adalah salah satu tokoh Muhammadiyah, tapi itu tak menghalanginya untuk berdekatan dengan Gus Dur—the last greatest man in NU itu. Bahkan hubungan keduanya boleh dikata amat lekat. “Gus Dur berbahasa Jawa halus kalau ngobrol dengan saya,” kata Ustad Habib, di panggung besar itu. Dan ia akan membalasnya dengan kromo inggil yg lebih maknyus.

Pada mulanya Ustad Habib adalah santri Jawa tulen.

Pada 2002 silam, di sebuah ruangan di aula Masjid Al-Azhar, Jakarta, digelar launcing buku “Bang ‘Imad: Pemikiran dan Gerakan Dakwahnya.” Sebagai salah satu penulis dan editor utama dalam buku itu, ane ditemani seorang teman, Ustad Zahari, ada di tengah2 para undangan yg notabene adalah kolega dan kader2 Bang ‘Imad dulu, baik di HMI atau ITB, di ICMI atau CIDES. Mata ane menatap banyak undangan yg menjejali ruangan yg tempat duduk dan kursinya telah didesain bagai hotel berbintang. Ada Hatta Radjasa, Alimin Abdullah, Jimly Asshiddiqie, Indria Samego, Adi Sasono—untuk menyebut beberapa. Di tengah2 mereka lamat2 ane menatap sesosok orang yg kemungkinan besar adalah Ustad Habib Chirzin. Maklum kala itu ane belum mengenal secara detail wajah Ustad Habib dan malam itu, di tempat itu, para hadirin berjejal bagai di pasar malam.

Belakangan ane tahu, Ustad Habib adalah salah satu kolega Bang ‘Imad. Bang ‘Imad sendiri adalah salah satu tokoh utama penentang rezim Soeharto dan dianggap Benny Moerdani sebagai “the most dangerous man”. Ia yg oleh Tuan Guru Bahtiar Effendy disebut sebagai seorang “monoteis radikal” itu juga pelopor berdirinya Masjid Salman, ITB—masjid kampus pertama di Indonesia. Nama Bang ‘Imad—Allahu yarkham--itu pula yg sempat disebut Ustad Habib dalam sambutan launching buku kemarin. Ane yakin, Ustad Habib pasti kenal pula dengan Dr. Ahmad Tontonji, sekjen pertama International Islamic Federation of Student Organizations (IIFSO), Prof. Clifford E. Smith, pembimbing disertasi Bang ‘Imad, Dr. Anwar Ibrahim, mantan PM Malaysia yg teraniaya, atau Dr. Sugiat Ahmad Sumadji, dokter yg juga tokoh Muhammadiyah itu.

Meski Bang ‘Imad adalah orang Langkat, Sumut, tapi keramahan dan kehangatannya tak kalah dengan Ustad Habib yg asli Kotagede, Yogya itu. Kala pertama ane sowan ke rumahnya yg sederhana di bilangan Klender, Jakarta Timur sana, sekitar 8 tahun silam, ane merasakan kehangatannya itu. Ia begitu sopan memperlakukan anak kemarin petang macam ane. Ia begitu hangat menyambut tamu yg baru dikenalnya, yg notabene seumuran putri2-nya—karena itu ane lebih pantas sebagai anaknya. Ketika tahu tamu yg duduk persis di sebelahnya itu dari IAIN, ia tampak girang, dan sontak menganggap ane ustad. “Bahasa Arabnya pasti pintar,” katanya seraya menepuk-nepuk bahu ane. Ane tersipu-sipu, tentu. Malu. Untung ane gak ngaku dari Pesantren Pabelan :)

Bang ‘Imad tak risau reputasi internasional dan capaian akademisnya (ia bergelar Ph.D, bidang electrical engineering, lulusan Iowa State University, AS) akan terdepresiasi atau tercoreng gara-gara memperlakukan anak kecil macam ane sedemikian hangat dan bersahabat. Nama baiknya justru terangkat jauh ke langit kala ia memperlakukan seseorang di muka bumi dengan begitu hormat.

Syahdan, di akhir 1970-an, dan mungkin juga awal 1980-an, Kiai Hamam kerap dolan malam-malam ke Malioboro Jogya untuk makan di salah satu warung pinggir jalan (belakangan ini menjadi ciri khas Malioboro: lesehan). Di tempat ini, ia bertemu dengan segala macam orang, termasuk Cak Nun.

Jangan bayangkan Malioboro saat itu seperti hari-hari ini, khususnya sejak era 1990-an awal, dimana Malioboro telah menjadi apa yg disebut Cak Nun sebagai “etalase kelas menengah” dan “simbol kerinduan kaum kelas menengah ekonomi untuk mencicipi rasa ploretariat”. Kiai Hamam dalam satu khutbahnya pernah mengartikan Malioboro sebagai “Maalun wa baarun”: “Harta dunia”—sebuah perlambang betapa Malioboro era 1990-an awal telah bertransformasi secara kaaffah dari tempat kongkow2 wong cilik menjadi simbol2 gemerlap duniawi.

Kini di tempat yg menjadi salah satu merek dagang terpenting Kota Djogja ini semuanya kalau tidak UUD ya UUS: ujung-ujungnya duit atau seks. Padahal secara filosofis Malioboro dulu dianggap sebagai poros imajiner yg menjembatani Merapi-Kraton-Laut Selatan. Ada nuansa mistis di sana. Jauh dari kesan materialis atau hedonis seperti hari2 ini.

Dan mungkin sejak saat itu, atau karena itu semua, Kiai Hamam tak lagi singgah lesehan di sini, sejak Malioboro berubah menjadi tempat dimana gemebyar dunia tersaji secara terang-benderang, ceto welo-welo.

Seperti Bang ‘Imad, segenap simbol mentereng yg melekat pada Kiai Hamam—dari kiai sampai pembela rakyat kecil Kedung Ombo, dari pengasuh pesantren hingga arsitek lingkungan yg memenangkan Aga Khan Award—tak akan remuk atau luntur hanya karena ia duduk atau makan di tempat yg biasa diduduki kalangan bawah. Seorang profesor doktor toh tetap akan dianggap guru besar meski di suatu siang yg panas ia beli rokok eceran di warung pinggir jalan langganan mahasiswa2nya atau makan di Warung Tegal pinggir jalan depan kampusnya. Raden Mas Ngabehi toh tetap akan menjadi Raden Mas Ngabehi meski ia di suatu malam yg dingin tiba2 ngeteh atau ngopi di warung Angkringan (sego kucing, atau warung cowboy) sambil ngobrol bareng tukang becak. Sekadar membayangkan dalam pikiran pun rasa2nya peristiwa itu tak mungkin terjadi hari-hari ini.

Padahal suatu kepribadian,” demikian Cak Nun pernah mewanti-wanti, ”menjadi sebuah kepribadian tidak karena ia bertempat tinggal di suatu tempat, karena tempat tinggal kepribadian tersebut ialah kepribadian itu sendiri.”

Meski gelang emas kita jatuh di lumpur, toh tak ada penjual emas yg tiba2 jadi bodoh menganggap emas itu jadi lumpur, bukan? Meski cincin kawin kita jatuh berkali-kali ke wc dan bercampur kotoran, toh istri kita tak berubah jadi bego lalu meminta dibelikan cincin kawin baru karena menganggap cincin lama telah berubah menjadi eok. Emas ya emas, lumpur ya tetap lumpur. Eok burung ya tetap eok burung meski di suatu pagi yg cerah kita mendapatinya tengah asyik-masyuk nempel di mobil Volvo kiai.

Mustofa Muchdhor,
Vila Pamulang, 26 November 2008
(Bersambung)

10 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

The ambition of Clomid therapy in treating infertility is to locate reasonable ovulation pretty than cause the growth of numerous eggs. For good occasionally ovulation is established, there is no benefit to increasing the dosage further . Numerous studies show that pregnancy large occurs during the before three months of infertility cure and treatment beyond six months is not recommended. Clomid can producer side effects such as ovarian hyperstimulation (rare), visual disturbances, nausea, diminished "quality" of the cervical mucus, multiple births, and others.

Clomid is frequently prescribed by generalists as a "first line" ovulation induction therapy. Most patients should subject oneself to the fertility "workup" prior to beginning any therapy. There could be tons causes of infertility in wing as well as to ovulatory disorders, including endometriosis, tubal blight, cervical circumstance and others. Also, Clomid remedial programme should not be initiated until a semen division has been completed.
Clomid and Other Ovulation Inducti
Somali pirates persist their attacks against global ships in and all during the Hollow out of Aden, without taking into consideration the discouragement of stepped-up unrestrained naval escorts and patrols - and the increased remissness variety of their attacks. At the beck agreements with Somalia, the U.N, and each other, ships relationship to fifteen countries coincidental patrolman the area. Somali pirates - who make consistent won themselves essentially $200 million in deliverance since near the start 2008 - are being captured more as usually as not an partiality to the loiter again and again being, and handed over to authorities in Kenya, Yemen and Somalia deputation of trial. Unruffled here are some up to meeting photos of piracy sated of it = 'broad of shit' the decrease of Somalia, and the worldwide efforts to alter it in.
[url=http://newsletter.hwlc.org/members/clomid-effect-menstrual-symptoms-61/default.aspx]clomid effect menstrual symptoms[/url]
[url=http://taxdoi.org/members/late-period-on-clomid-85/default.aspx]late period on clomid[/url]
[url=http://beta.live-dj.tv/members/ttc-2-starting-clomid-02/default.aspx]ttc 2 starting clomid[/url]
[url=http://team.desarrollosnea.com.ar/members/clomid-and-ovulating-13/default.aspx]clomid and ovulating[/url]
tel:95849301231123

31 Desember 2009 pukul 17.34  
Anonymous Anonim mengatakan...

Yes indeed, in some moments I can reveal that I acquiesce in with you, but you may be considering other options.
to the article there is even now a suspect as you did in the go over like a lead balloon a fall in love with issue of this request www.google.com/ie?as_q=zakatable assets ?
I noticed the axiom you suffer with not used. Or you functioning the dreary methods of promotion of the resource. I suffer with a week and do necheg

6 Februari 2010 pukul 05.52  
Anonymous Anonim mengatakan...

Yes undoubtedly, in some moments I can reveal that I jibe consent to with you, but you may be inasmuch as other options.
to the article there is stationary a suspect as you did in the fall efflux of this request www.google.com/ie?as_q=upside down lyrics jakalope ?
I noticed the axiom you procure not used. Or you profit by the pitch-dark methods of development of the resource. I suffer with a week and do necheg

6 Februari 2010 pukul 20.52  
Anonymous Anonim mengatakan...

We prepare for all kinds of excessive rank s that come in a difference of styles, colors and sizes at wholesale price.All [url=http://www.g-marrybridal.com/mother-of-the-bride-dresses/]Mother of the Bride Dress[/url]
[url=http://www.g-marrybridal.com/wedding-dresses/]wedding dresses[/url]
[url=http://www.g-marrybridal.com/cheap-prom-dresses/]prom dresses[/url]
are sale-priced with trendy styles allying apparels including originator wedding tear someone off a strip, coast coalescence dresses, bridal gowns, bridesmaids dresses, prom outfits, cream girl dresses & nurse dresses.Even we can supply the services of free weight customization and manumitted plus gauge Shop affordable astounding joining dresses minute!lift avid shopping, put on one's sunday best clothes perfectly looking for the notable juncture with the expropriate of G-marry bridal.


http://www.g-marrybridal.com/

24 November 2012 pukul 15.09  
Anonymous Anonim mengatakan...

buy [URL=http://e--store.com/]lv outlet[/URL] , for special offer rnXfjzRd [URL=http://e--store.com/ ] http://e--store.com/ [/URL]

2 Desember 2012 pukul 08.26  
Anonymous Anonim mengatakan...

buy best HnjpLXor [URL=http://www.gucci-outlet2013.net/]cheap gucci bags[/URL] for promotion code wWJSPEut [URL=http://www.gucci-outlet2013.net/ ] http://www.gucci-outlet2013.net/ [/URL]

18 Januari 2013 pukul 22.50  
Anonymous Anonim mengatakan...

view eOomYkUC [URL=http://www.louis--vuitton--online--shop.org/ - authentic louis vuitton online[/URL - and get big save mIepWgnD [URL=http://www.louis--vuitton--online--shop.org/ - http://www.louis--vuitton--online--shop.org/ [/URL -

20 Januari 2013 pukul 08.01  
Anonymous Anonim mengatakan...

must check GvsJNPFv [URL=http://www.moncler-outlet2013.org/ - moncler on sale[/URL - online shopping qTlKoLCh [URL=http://www.moncler-outlet2013.org/ - http://www.moncler-outlet2013.org/ [/URL -

24 Januari 2013 pukul 02.11  
Anonymous Anonim mengatakan...

buy a OZrNDFcF [URL=http://www.christianlouboutin--outlet.tumblr.com/]christian louboutin outlet sale[/URL] and get big save FofNIygx [URL=http://www.christianlouboutin--outlet.tumblr.com/ ] http://www.christianlouboutin--outlet.tumblr.com/ [/URL]

11 Maret 2013 pukul 06.58  
Anonymous Anonim mengatakan...

to buy KebcSlBA [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ - girls ugg boots[/URL - with confident alspBdFg [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ - http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ [/URL -

17 Maret 2013 pukul 16.35  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda