Selasa, November 25, 2008

Serba - Serbi

Kalau ada hidangan lezat, nikmat, sedap
di setiap acara Pabelan, terutama dalam
rangkaian acara launching kemaren,
itu pasti adalah akibat kepiawaian tangan kanda kita ini.
Mbak Asmah Khairiyah,
yang berkoordinasi dengan pihak Pondok, teman2 guru
dan santri2, dalam menentukan menu, belanja, memasak
hingga siap sebagai sajian istimewa...
Sekedar kita ketahui,
bahwa bertugas sebagai devisi konsumsi
mengandaikan agar selalu siaga
wira - wiri berada di sekitar dapur dan meja saji
berhari2 baik sebelum atau sesudah acara
hingga tak tahu apa yang terjadi
di podium sana
apa yang dibahas oleh para tamu yang terhormat dan peserta acara,
apa yang ditertawakan mereka..
Anehnya, mbak Asmah cs. menikmati aja
bahkan bangga telah berhasil memikat lidah semua
mereka yang lapar dan dahaga...
Asmah Khairiyah
Kalo ini penikmat makanan Pabelan sejati
Meski foto ini kabur oleh penuhnya piring2,
tapi pemandangan orang kekenyangan terlihat jelas.
Gimana nggak, yang namanya Maman Fauzi
kalo ngambil tahu kotak rebus, tak tanggung2
paling sedikit 5 plus kuahnya..
belum lagi ditambah tewel atau buncis rebus..
Mumpung di Pabelan sih !
Encik (Sri Suciwati),
alumni yang berprofesi sebagai guru
selalu setia datang hampir di tiap acara Pabelan
Katanya kangen dengan makanan Pabelan.
Dindin, ketua IKPP Bandung
yang selalu serius ini,
tak ketinggalan berburu predikat
sebagai pemburu makanan Pabelan
bersama orang2 di bawah ini:
Afandi n Arif Prajoko
tak sabar menunggu hidangan tersaji..

Begitu juga dengan orang2 di foto ini,
Kayaknya sedang menunggu
secangkir teh panas
tuk hangatkan suasana dingin krn hujan gerimis
yang warnai rapat evaluasi panitia saat itu /f

Label:

10 Komentar:

Blogger Unknown mengatakan...

Aduh Man.....aQ sebagai sahabatmu ikut malu deeehhhh....masak sekali makan ambil tahu lima?????heeeee....
padahal berapa kali tandukan tuuuhhhh.....kasihan jauh2 dari jakarta ternyata tujuan utamanaya "tahu" pabelan.....hee4567 (padahal aQ sendiri juga tapi gak sampe lima kayak maman.....hik4567}

26 November 2008 pukul 07.10  
Blogger Unknown mengatakan...

Khusus buat mbak Asmah cs.....
Kami khususnya diriQ gak lupa ngucapin banyak5555 matur nuwun....
puaaaaaaassssss deeeehhhh n cocok dengan menu yang udah di sajikan kemaren......pokoke mak nyoooooosssss....tenaaaannnnn.....
TOP TOP MARKOTOP deeeehhhhhh
yang penting mbak Asmah cs jangan bosen2 ketemu kami2 yang memang PERINDU MASAKAN PABELAN.....
nuwun ya mbaaaaakkkkk.....

26 November 2008 pukul 07.28  
Anonymous Anonim mengatakan...

Baru tahu ya kalo semua masakan kemaren ludes sama mereka2 itu. Kalo Maman tu emang ngakui sendiri dalam sebuah pertobatan (eh, pengakuan). Meski ia malang melintang di antara restoran berbintang2 gemintang, ia tetap ngiler n kebayang2 terus sama tahu n masakan Mbelan...
Apalagi grup Bandung tuh..(farid, cecep, cs)
Kalo mbak Asmah sih emang yahud abis!
ftr.

26 November 2008 pukul 14.59  
Blogger Unknown mengatakan...

Ya tuuuhhhh ust Farid cs....yang paling mengerikan yaaaa ust Farid n Apip tegal....aQ lihat mereka betul2 menikmati masakan kemaren sampe2 gak beranjak dari kantin...nungguin trus tu makanan.....tau gak kenapa?????
ternyata......mereka makanannya lewat dari sekali dua kali.....woooww
ngeri kan?????segitunya yaaaa...ternyata masakan pabelan buat mereka lupa "kenyang"....
heee4567.....

26 November 2008 pukul 17.10  
Blogger Unknown mengatakan...

R A L A T!!!!!!!!!!!
aQ dapat balasan sms dari sahabatQ maman....dy bilang ternyata yang dy makan untuk ronde pertama jumlahnya "tahu" bukan hanya lima...ternyata tujuh biji.....woooowww pengakuan yang luar biasa hebatnya dari seorang maman....hebring...hebring...
PERLU DI KETAHUI.....ITU RONDE PERTAMA LOOOO.....belum ronde2 selanjutnya....heee4567

26 November 2008 pukul 17.32  
Anonymous Anonim mengatakan...

aku datang ke pabelan makannya ga pernah pakai nasi tahuuuu terus haha rinduku pada tahu bagaikan rindu pada sidoi yang tertinggal di pabelan ......emang tahu kau menggemaskan tahu....tahu...my food . Afif i love you so much

27 November 2008 pukul 12.25  
Blogger Unknown mengatakan...

Q usul!!!!!!
Bagi yang mau berkomentar pake identitas aja....alias pake nama terang ato panggilan.... belajar j u j u r....ok?????nuwun

28 November 2008 pukul 10.54  
Anonymous Anonim mengatakan...

kan kata mahfudhot juga lihat apa yang dikatakan bukan siapa nyang ngomong......yang komentarnya bukan siapanya..di indonesia jujur itu mahal......mba maman semakin aduhay aja...ini aq si tuykang makan kurupuk... hayo siapa aq?aq adalah lelaki jalang..

1 Desember 2008 pukul 11.29  
Blogger Unknown mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

1 Desember 2008 pukul 15.53  
Blogger Unknown mengatakan...

Hee4567....wah jangan bilang lelaki jalang aahhh....gak baek...bilang ajjjaahhh suami yang sholeh...
okkkeeee deeeehhhh....penyuka kerupuk yang sholeh....di tunggu komentar2nya biar blog nya makin seru n rame....nuwuuunnn...

8 Desember 2008 pukul 09.31  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda