Kamis, Agustus 28, 2008

PENTAS MUSIKALISASI PUISI ATMAMIYAH & KELUARGA

Rabu (malam Kamis) 27 Agustus 2008 di Taman Budaya Yogyakarta,
teman kita St. Atmamiyah (alumni santri Pabelan th 80) dengan suami dan anaknya
menjadi primadona dalam acara lounching album musikalisasi puisi yang digelar dari
sore (diskusi sastra) sampai malam (musikalisasi dan pemutaran film).
Disela-sela kesibukannya sebagai guru di kampung halamannya Tulung Agung Jawa Timur
dan ibu rumah tangga, Atmamiyah mengekspresikan berbagai perasaannya (sayang, kasih,
marah, sepi, rindu, cinta, dll.) dalam bentuk puisi. Uniknya, ekspresi puitik ini
mendapat "jawaban" dari orang-orang tercinta di sekelilingnya (suami/ Irwan dan anak / Zeffa).
Suaminya, dengan "keterbatasannya" (tapi semangatnya yang tak terbatas.... ) seperti menemukan "eksistensinya" pada cinta yang ditebar seorang Atmamiyah setiap waktu... baik secara langsung atau tidak, (karena keduanya tinggal di tempat yang berjauhan, Irwan di Jakarta, Atmamiyah di Tulung Agung). Maka jadilah komunikasi mereka semacam dialog puitik yang menembus jarak, ruang dan waktu. Hari-hari mereka adalah puisi. Lewat puisi, masing-masing mengungkapkan segenap kedirian mereka. Buku kumpulan puisi mereka yang dimusikalisasi oleh para budayawan dan seniman adalah awal episode dialog cinta mereka. Dan malam itu, kita teman-teman alumni Pabelan (yang tinggal sekitar Yogya beserta segenap masyarakat Yogya pencinta puisi lebur dalam rangkaian acara "Seribu Buku untuk Tuna Netra".
Malam itu menjadi malam "berbagi";
bahwa kita semua adalah sama, sama-sama memiliki keterbatasan....



Seniman mendendangkan puisi - puisi "Angin pun Berbisik"

Noe (Letto) yang keren..

Noe (dengan Letto - nya),
yang malam itu sangat dinanti - nanti,
membaca dan menyanyikan puisi...
membuat semua terpaku dalam "cahayaNya....."


Opi dan Vidya (junior Fatra) nampak kegirangan berpose dengan Noe,
sampe2 hasil fotonya buram karena juru potretnya grogi lihat Noe sang artis tenar.

(ini copy foto yang oleh penyusup dicoba diedit saturation/pencahayaan, biar agak jelas dikit, tapi gak signifikan juga bedanya)

Nurhayati tak mau ketinggalan kereta. Ia datang membawa rombongan
Pabelan untuk menikmati acara malam itu. Biasanya ia (dengan para ustazdah Pabelan lain), hari demi hari diisi dengan rutinitas mengajar dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk Pesantren kita tercinta. Kali ini ia ingin menghirup atmosfir lain di Taman Budaya dengan harapan mungkin akan ada spirit baru
yang dapat dibawa ke Pabelan..


Atmamiyah sekeluarga
berfoto dengan fansnya


Teman-teman sekitar Yogya berbaur dengan rombongan Pabelan yang datang berbondong-bondong ke Taman Budaya Yogya untuk menyaksikan sahabat kita meluncurkan album musikalisasi puisi. Malam itu seperti reuni kecil alumi Pabelan,
penuh tawa ceria gembira... Mbak Istiatun, Mbak Asmah, Mbak Zur'ah,
Mbak Mang (Maria), Evi, Nurhayati, Atmamiyah, Fatra, dll.
(Lily sekeluarga datang juga tapi terlambat, maklum bisnis dulu, hehe).

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda