Sabtu, Agustus 23, 2008

"Oh Pondokku" goresan Nina Muídah

Oh Pondokku tempat naung kita
Dari kecil sehingga dewasa
..............
...........

Dulu tidak sedikitpun terpikir dalam kepala kanak-kanakku untuk menimba ilmu di sebuah pesantren. Jika kemudian aku tercatat sebagai seorang santri, itu tidak lain karena kemauan ayah. Waktu itu yang kupikirkan adalah bagaimana membuat ayah senang.
Mula-mula aku nyantri disebuah pesantren di Jawa Timur. Hari demi hari kujalani kehidupan ala pesantren tanpa interst apa-apa, aku bahkan tidak pernah mengukur apakah aku cukup betah atu tidak. Yang kutahu adalah hidup harus kujalani, dan aku cukup bahagia bisa bikin orang tuaku senang dengan kepatuhanku.
Hanya setahun aku disana, atas saran ayah pula aku hijrah ke Pabelan. Sekali lagi aku harus pindah. Ya, aku senang aja karena kupikir langkahku menapak diatas daratan pulau Jawa akan lebih panjang. Tadinya hanya di Jawa bagian timur, sekarang sudah Jawa agah ke tengah (hahahahah...dasar polos dan lugu)
Ternyata di Pabelan, masa belajarku sudah setahun di pesantren sebelumnya, sama sekali tidak dihitung. Aku harus rela duduk dikelas satu lagi. Kesan pertamaku ketika tiba di Pabelan adalah sholat di masjid. Waktu itu aku agak keberatan menghamparkan sajadah diatas pasir Pabelan yang lembab (karena habis hujan). maklum sajadah di tanganku adalah satu-satunya sajadah terbaik yang dimiliki oleh keluargaku waktu itu. Terus terang aku iri dengan santri putera yang bisa menggelar sajadahnya dimasjid tanpa harus takut sajadahnya kotor. Belakangan aku baru mengerti kalau sholat dihalaman masjid (tepatnya didepan kamar Ancient) itu., justeru menjadi sisi paling berkesan di kalangan para santri puteri. Betapa tidak, sekian menit menunggu qomat, sambil mendendangkan syair abu Nawas nan syahdu, kita bisa menyapukan pandangan ke segeap penjuru, sambil mengabsen teman-teman santri putra yang datang satu persatu. Selain itu, saat pengumuman kamar terbersih, duhhh!! ada kebanggaan tersendiri bila yang dimaksud kamar terbersih itu adalah kamar kita.
Hal lain yang tidak kalah indahnya adalah kegiatan gotong royong angkat batu dari kali Pabelan ke lokasi yang akan dibuat bangunan baru. Wow..! pasti heboh. Hampir tidak pernah terdenagr ada santri yang ogah-ogahan...(to be continued)

Banjarmasin, Mei 2008*
(*tulisan ini sudah diberikan sejak Mei kepada salah satu anggota Angera, tetapi saking ati-atinya nyimpen takut ilang sampai susah terlacak. Eh..ketemu juga akhirnya. Alhamdulillah).

Label: ,

3 Komentar:

Blogger SMPPUSPANEGARA mengatakan...

aduh bagus banget acara reuninya. Sayangnya aku tidak bisa datang....gmn caranya agar saya dapat mengirim artikel dan identitas saya biar ikut meramaikan blog ini.
Salam dari Nurokhim

23 Agustus 2008 pukul 12.43  
Anonymous Anonim mengatakan...

Hai, ini Nurrokhim angera atau yang alain. Siapapun Nurokhir, welkam ya.. Kirim aja ke imel: angera81@yahoo.com

23 Agustus 2008 pukul 15.38  
Anonymous Anonim mengatakan...

asalamu'alaikum..mba yunn.aku nirwan[samudra]mau tanya..kata lalui alias 'PASSWOORD'angera,piye?mau acak2..apa aja..

1 September 2008 pukul 14.39  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda