Rabu, Maret 18, 2009

Vinaholic Gondokan !!

Sambil berbisik tapi kencang Fatra mendekatiku : “ Yun, Vina Panduwinata mau konser di Jogja nih”.
“ Yang bener ah”..tak kalah pelan kami saling berbisik lewat kerudung sifon transparan yang dipeniti besar mencang mencong. Entah ada yang dengar nggak kelesik-kelesik kami!. Yang jelas, nggak kebayang bisa ketemu sang Idola yang sering melambungkan artis Angera ke ajang festifal Pabelan Idol. Lagu Sekuntum mawar Merah pernah membuat Fatra jadi Diva kami, lagu Bocah centil juga pernah membuat wakil Era (Nina, Yoyok, Fatra, Misri, Yuni, I’anah) menyabet juara. Pokoknya Vina panduwinata adalah guru vocal kami.

“ Salah Yun,itu nggak mirip, nafasmu kurang mendesah, nada akhirnya musti panjang dan tiba-tiba harus berhenti”. Begitu kami berdua sering lomba mirip-miripan menirukan suara Vina, sampai betul-betul nggak boleh ada salah; kapan leher tercekik, kapan bibir monyong, kapan lidah berdecap sexy, pokoknya harus mirip!!

“Jadi kami dapat izin mbak” ? Begitu kami berdua bersorak tertahan, karena kami akhirnya bakal nonton idola kami Vina Panduwinata yang hari itu konser di Jogja. Soal dosa berbohong izin ke Magelang, padahal ke Jogja, tinggal selesaikan dengan istighfar..begitu pikiran bengal kami. Yang terfikir bagaimana kalau kemalaman? Kami terfikir menginap di rumah mbak Nanik Jogja...karena tetangga Banjar Fatra. Tapi bagaimana bilangnya... Lalu kalau sampai ketahuan nginap karena nonton Vina gimana? Pokoknya otak kerja keras melebihi Mafia Pallermo mau lolos dari lubang jarum.

Dengan bus Ramayana kami bersuka melaju ke Jogja dan naik becak ke Stadion Kridosono. Suara riuh rendah sudah terdengar..” ah telat kita kam” begitu aku bilang ke Fatra dengan panggilan Ikam sampai sekarang. Fatra langsung nyrunthul lincah seperti tupai melihat kenari untuk membeli tiket: “ bang tiket 2 !!”. Jarinya ngacung kayak iklan KB!!

“ Nih yun..lega kita kebagian tiket”.
“ Untung ngantrinya nggak panjang yak kam”
“ Iya nih…harganya juga murah”

Kami berdua agak mengernyit senang dan langsung mencari pintu masuk. Petugas pintu menyambut kami dengan datar. Asiknya nyaris nggak ada antrian. Agak heran sih! tapi kami tepis sendiri karena memang acara sudah mulai, jadi wajar nggak ngantri. Biar yakin kami tanya lagi ke panjaga:
“ Pak, sudah mulai ya?”
“ Sudhah! Masuk sajha” Nada Medhok Jawanya kayak Beduk bertalu di dada!
Memang sudah mulai, ramai banget!! Tapi nadanya kok bersorak-sorak aneh, nggak ada suara musik? Yang terdengar cuma “ Ya..ya..yaaaaa..ya. ya.. ya...!! ritmik dan kompak teriakan para penonton.
“ Bang, mulainya sudah dari tadi?”
“ Sudah sejam lalu”
“ Vina-nya sudah datang?”
Petugas mengernyit….diam..nolah noleh!! Kami mulai pucat…
“ Ini konser Vina Panduwinata kan?”.
Petugas nggak langsung jawab tapi terbengong menata jawaban..
“ Ini pertandingan bulu tangkis mbak...”.
Kontan darah kami seperti terhisap 73 Vampire!!! Saling pandang, saling mendelik, saling gak jelas...
Sambil pergi menggenggam karcis bulutangkis kami pulang naik lagi Ramayana, lelap melalap kecewa kami, sampai akhirnya kami keblanjur terbangun tahutahu sudah sampai di Blabak!!

“ Ya Allaaahhhh...bang setoP..setooooPPPP!!!”Huruf P-nya jelas, bukan huruf FF atau VVV..karena dia orang Banjar! Suara lengkingan Fatra membangunkan seisi bus!!

Kami turun, dengan gontai was-was nyaris jam 10 malam kami menembus gulita jalan Batikan. Yang jelas leher kami menggelembung kayak orang gondokan menahan gondok dan tertawa! Beginilah bumerang Vinaholic!!! Rasakan kitikan (bukan kutukan) Tuhan... geli menyiksa!! /yc

Label:

12 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Syukurin...kuwalat...hik4567/ms

18 Maret 2009 pukul 14.02  
Anonymous Anonim mengatakan...

Hahaha.... ampuuuu! Yun, kau ingat banget kenangan kita yang mengecewakan n lucu dulu itu. Yang aneh, kok bisa kita pede abis langsung beli tiket tanpa nanya dulu ke ptgs loket? pantesan harga tiketnya murah, hikhik... Yun, inget gak kita pernah pergi ke Malioboro Jogja gak jelas apa yang kita beli waktu itu.. hikhik.. (ftr)

18 Maret 2009 pukul 14.35  
Anonymous Anonim mengatakan...

Kaciaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan dech ! ingin menghibur diri, malah tercebur ke arena badminton, dah gitu ditambah nyasar ke Blabak, untung malam klo siang pasti diajak berenang, tapi ga apa-2, klo ga gini kan kita ga tahu ? ternyata orang sukses seperti Yuni & Fatra pernah nyasar juga toh ! (AR)

18 Maret 2009 pukul 15.02  
Anonymous Anonim mengatakan...

Iya, ya, kaciaannn bangets! Dua bocah cilik (tahun berapa tuh) pergi berdua ingin nonton konser. Lagian infonya kok bisa salah gitu?(nj)

18 Maret 2009 pukul 15.37  
Anonymous Anonim mengatakan...

Soal info salah...tanya ama Fatra deh..dialah yang bertanggung jawab trhadap semua malapetaka ini!!! ayo kam tanggung jawab :). Tapi fun banget kokkkk...kebadungan-kebadungan kita buanyak banget ya kalau dipikir....Btw, Bu RT..nulis Rugayya Basyarewan yang ngamuk dong..kayaknya seru, kita kan sekamar!!

19 Maret 2009 pukul 07.39  
Anonymous Anonim mengatakan...

Wa kak kak kak kak...... swear ini arsip cerita paling seru dan lucu yang pernah aku baca di blogger Angera. Aku sangat menghargai 'kejujuran' Yunce untuk mau berbagai cerita. Sebagai orang EO aku ngebayangin ; kucluk-kucluk ada 2 anak perempuan clengak clinguk dan terpogoh-pogoh mendekati loket penjualan karcis kemudian beli tiket dan buru-buru masuk dan ternyata keblejok. Pertanyaannya kenapa mereka bisa salah masuk venue? Analisaku menyimpulkan karena mereka perginya sudah ngarang alasan, maka perjalanan jadi tidak nyaman (takut ketahuan). Saking groginya alih-alih nonton konser Vina Panduwinata malah nyasar nonton Bulu Entog Ditabokin. Wa kak kak kak.....ayo Yunche gali terus arsip ceritamu di Pabelan. Baravo untuk Yunce & Fatra !!! (ZMF)

19 Maret 2009 pukul 15.02  
Blogger angera mengatakan...

oalaaah nduuk.. ! Coba tiketnya buat aku aja, aku kan hobi badminton...,(ALF)

19 Maret 2009 pukul 16.08  
Anonymous Anonim mengatakan...

itu sebuah prestasi, yun. itulah sebabnya kau skrh menjadi kau yg sekrg..

19 Maret 2009 pukul 16.14  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ya deh yun, kapan-kapan aku buat tentang rugayya kesurupan, tegang dan mengasyikkan. Kan, kaca lemariku jadi korban kepalan tangannya. (nj)

19 Maret 2009 pukul 19.07  
Anonymous Anonim mengatakan...

Makasih apresiasinya semua....juga ledekan dan guyonannya...aku sebenernya dah lama buat cerpen ttg "leher urat guru terurul di kelasku". Tapi agak panjang..waktu itu nulisnya lagi suntuk kesepian di Leiden, jadi banyak menghibur diri dengan mentertawakan diri juga.. kapan-kapan di upload deh...tapi maluu..kita kan gadis pemalu!! yc

20 Maret 2009 pukul 06.49  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ternyata mbak Yuni pemalu juga ya?
sama dong mbak..he he he
yang penting gak malu2in ya mbak? [MP]

20 Maret 2009 pukul 08.12  
Anonymous Anonim mengatakan...

cerita jadul ini keren kali ya, klo dijadikan sinetron komedi, semoga Rudi Utomo mau mengangkat kisah ini ke layar kaca, untuk mba Yuni / Fatra siap2 aja terima royalti, karena cerita ini original & benar2 aktual dan bisa menghilangkan stres ditengah pekerjaan yang menumpuk ! mba Yuni / Fatra ditunggu ya cerita2 yang lebih menggigit ! (AR)

20 Maret 2009 pukul 14.43  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda