Kamis, Maret 12, 2009

''Radio Mania''


Berbicara tentang radio, saya salah satu pemilik radio itu. Ke mana-mana saya bawa. Salah satunya ke sungai ini. Kalau lihat ekspresi Dewi dan Ianah, apalagi kalau bukan mendengar
si trinil yang menghebohkan itu. Tapi terus terang saja saya nggak begitu akrab dengan
sandiwara ini. Masih ada sandiwara lain yang lebih menarik, Barama Kumbara, dan lagu-lagu
dari beberapa stasiun radio termasuk RPD (radio Pemerintah Daerah) Muntilan. Kalau kita ke Muntilan, kita pasti melewati stasiun radio ini.
    Tapi yang lebih parah radio mania ini, sempat-sempatnya saya bawa ke dalam kelas,
dibungkus dalam keresek hitam. Sengaja saya pilih duduk di belakang, jadi bisa deh dengerinnya sambil kepala direbahin. Biasanya pas pelajaran Pak Kudrat, bapaknya Meimun. Kalau saya ngantuk, 
mendingan denger radio. Dasar! Kalau dipikir, nakal banget ya Pantesan nggak pernah dipercaya teman-teman jadi pengurus OPP (ha..ha..).(nj) 

Label:

5 Komentar:

Blogger l@ mengatakan...

Rupanya Nuri kita ini harus "dipancing" dulu baru mau nulis, hehe..... Gimana tuh program terbitkan cerpen-cerpen kita yang sudah terkumpul. Ayolah....

12 Maret 2009 pukul 17.24  
Anonymous Anonim mengatakan...

Yuk lah. Kan udah banyak. Cuma udah cukup belum untuk sebuah terbitan buku? Rembug lagi yuk....
(nj)

12 Maret 2009 pukul 17.38  
Anonymous Anonim mengatakan...

Hik4567...bu RT...bu RT....
yang selalu Q ingat di dirimu adalah KAMU ITU PENYABAR n GAK PERNAH MARAH..suka melucu..tapi gak tau juga di dalam hatimu...hik4567
satu lagi say....CARA JALANMU...
yang jelas...I lv u s mch.....muah!!/ms

13 Maret 2009 pukul 07.34  
Anonymous Anonim mengatakan...

Siapa yang nggak tahu kalo Nuri itu maniak radio? Radionya merek National (betul Bu?), bertali panjang, dicangklong kemana2.. tapi sayang, kalo meeting sering ketangkap basah bakem..hehe. Rasanya dulu aku aman2 aja tuh, kenapa ya? mungkin rada canggih dikit, hehe..Apa perlu diadakan konferensi strategi meeting zaman baheula? kita bisa libatkan maimun n ida munawaroh tuh. Simaphore bisa sebagai salah satu strategi hebat juga, hehe.ftr

13 Maret 2009 pukul 12.04  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ingat aja dikau, fat. Walau ngga ada kalung, kalung radio pun oke. Malah asyik. Dan Misri, waduh jadi nggak enak badan nih ngatain aku penyabar. Salah orang kali. Soal jalan.....stttt!!!! mungkin aja agak beda dgn yang laen, tapi diem-diem aja ya????????(nj)

13 Maret 2009 pukul 14.53  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda