Senin, Maret 21, 2011

Toko Koperasi...

Toko koperasi menjadi tempat super penting bagi santri tuk belanja macem2,
mulai dari keperluan sekolah sampe keperluan sehari2 lain.
Tempat yang kecil, sederhana, angin semilir (karena banyak angin keluar masuk lewat kawat2),
waktu berkunjung yang dibatasi/ terjadwal (sesuai jam yang dijadwalkan) gak menyurutkan santri tuk berduyun2 ke koperasi. Apalagi kalo guru sudah menentukan kitab
yang harus dibeli, padahal buku itu hanya ada di koperasi, so pasti berdesak2an jadi
pengalaman biasa. Kasian si penjaga koperasi (santri yang diberi tanggung jawab oleh Kyai tuk mengelola koperasi) kewalahan, bingung siapa yang musti dilayani duluan. Kadang yang datang duluan malah terdepak ke belakang, kalah sama teman yang datang kemudian yang bisa berada di depan karena tubuhnya besar tinggi.. Si penjaga koperasi cuma bisa mendengar suara kayak aneka anak piyak: "buku balaghoh kelas 3 mbak!", "muthala'ah kelas 2 mbak!", "pulpen mbak!",
"penggaris mbak!","mbak..!", "mbak....!", mbak.....!"
Nampak foto atas, mbak Baroroh lagi jaga koperasi.
Foto bawah, desak jejal bocah2 santri. Ada wajah2 yang masih diingat?
Tampak kakak kita mbak Ange (Animar asal Jakarta), mbak siapa lagi...? /f

Label:

7 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

koperasi memang mooiii...kalau ada duit pasti kesini, beli buku lah, beli pensillah, penggarislah, keperluan tamu bulananlah, pokoknya koperasi memang dekat di hati..../n

22 Maret 2011 pukul 18.54  
Anonymous Anonim mengatakan...

Wah, foto koleksi siapa ya? Kerenn. Bu RT kekoperasi untuk tujuan semulia itu? Beli alat sekolah? Perasaan kalau ke koperasi dandan keren, surat dislempitin siap dititip kurir...tp mungkin itu bukan bu RT tp mbak Ange yg begitu ya.../YC

22 Maret 2011 pukul 19.05  
Anonymous Anonim mengatakan...

yuni...
jangan buka kartu dong..jadi mau ngulang lagi heheh..padahal lebih parah lagi lho yun, disebelah koperasi kan ada sumur santri putra, ya sekalian cuci mata gitu. husss!!!!/n

23 Maret 2011 pukul 18.09  
Anonymous Anonim mengatakan...

Betul Yun! Kayaknya Bu Rt gak pernah punya alat tulis lengkap, pulpen aja suka pinjem. Kalo Maimun tuh percaya punya penggaris, pensil, jangka n busur tuk mata pelajaran Alm. Pak Kodrat. Hehe. Ibu ingat banget ada sumur santri putera... Kita aja lupa. Bener2 teliti Ibu kita ini. Hihi. Piss. (fatra)

24 Maret 2011 pukul 21.15  
Anonymous Anonim mengatakan...

fat, kalau bagian bagian terlarang itu masih teliti hehehe..kalau bagian kecil kecil seperti penggaris, pesil..ngaku aja ah memang sering minjem. pas kuliah aja buku cuma satu untuk semua. eiit! buka kartu lagi nih./n

25 Maret 2011 pukul 15.45  
Anonymous Anonim mengatakan...

Penggaris? Kamar mandi samping koperasi?ah tak faham awak..kuserahkan urusan ini pada bu RT/yc

25 Maret 2011 pukul 18.30  
Anonymous Anonim mengatakan...

terlalu sangat dikau yun, penggaris aja tak faham? padahal selalu berkutat dengan benda-benda itu nyaingin meimun, hehehe..ehem..kalau kamar mandi? bolehlah..awak tak faham. Orang alim memamg tak boleh faham dengan hal hal demikian./n

28 Maret 2011 pukul 18.29  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda