Selasa, April 27, 2010

Ilham M.Nur Berduka
































Ilham berduka karena sang ibunda (Hj. Sukiyati Syarief, 66 thn) berpulang ke rahmatullah, minggu malam 25/4/10 dan dimakamkan pada hari senin, 26/4/10 pukul 13.00 wib dari rumah duka Jaganharjo Pucangan Kartasuro Surakarta Ja-Teng. Ketua IKPP Yogya kak Arif Prajoko bersama kak Fajar, mas Andung dan Pak Ilyas malam itu juga langsung melayat. Besok harinya banyak alumni berdatangan menyampaikan belasungkawa seperti: Pak Basroni, Bambang Suryani, Farhan Thoifur (Kartasura), Misri, mas Dadin, mas Jamal, Tamrin, Lili (bersama suami dan anak-anak), Nurrodhi, Pak Rajasa, mbak Mang, mbak Isti, Asmel (dari Banjarmasin) dan mungkin masih banyak alumni lain yang tidak diketahui angera. Dalam kesempatan ini, angera menyampaikan rasa duka mendalam, semoga beliau khusnul khotimah, tentram di surgaNya, amin ya rabbal 'alamin.. Nampak Ilham memakai jarit/ kain panjang (milik ibunda), mungkin ia ingin mengungkapkan perasaan kebersamaannya yang tak pernah hilang meski jasad ibunda telah tiada. /f

Label:

6 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

1. Turut berdukacita atas berpulangnya ibunda ilham M nur, semoga amal ibadah beliau diterima disisi ALLAH SWT.

2. Turut bersuka cita dengan teman-teman yang berkesempatan datang melayat. Itu menandakan kuatnya ukhuwah alumni mbelan..mudah2an rasa empati sprti ini terus berjalan sampai kapanpun./n

27 April 2010 pukul 20.45  
Anonymous Anonim mengatakan...

1. Turut berdukacita atas berpulangnya ibunda ilham M nur, semoga amal ibadah beliau diterima disisi ALLAH SWT.

2. Turut bersuka cita dengan teman-teman yang berkesempatan datang melayat. Itu menandakan kuatnya ukhuwah alumni mbelan..mudah2an rasa empati sprti ini terus berjalan sampai kapanpun./n

27 April 2010 pukul 20.45  
Anonymous Anonim mengatakan...

Mereka yg telah meninggalkan kita pergi untuk selama-lamanya dari alam fana ini, baik orang tua teman-teman kita atau teman-teman kita sendiri atau saudara dari teman-teman kita, sebaiknya menjadi peringatan yang terang benderang bahwa kita pun pasti akan menyusul mereka untuk menemui-Nya di alam baka sana. Kalau sudah pasti datang ajal, kita tidak mungkin bisa menolak panggilan-Nya. Kalau tidak salah, bunyi ayat al-Qur'annya adalah: "la yastaqdimun sa'atan wa la yasta'khirun".

Mari kita berlomba-lomba menabung kebaikan dengan cara kita masing-masing, sesuai kemampuan kita masing-masing, minimal di tempat terdekat kita masing-masing. Kita perlu menabung kebaikan selama hidup di alam fana ini, karena saat Ia memanggil kita untuk datang di alam baka sana, kita tidak bisa membawa apa-apa, kecuali:
1. ilmu yg bermanfaat
2. amal jariyah, dan
3. anak-anak kita yg mendoakan kita.

Dalam kesempatan ini saya dan keluarga di Wonosobo ingin menyampaikan duka mendalam kepada Kak Ilham M. Nur, atas wafatnya ibunda tercinta beliau. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah ibunda Kak Ilham, dan mengampuni segala kekhilafannya selama hidupnya.

dari masdar asli wong wonosobo

28 April 2010 pukul 17.46  
Anonymous Anonim mengatakan...

Kami IKPP Jabar merasa turut berduka. Kami berdo'a Ibunda Mas Ilham mendapat tempat mulia di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggal semoga tetap tabah menghadapinya. (Dindin)

29 April 2010 pukul 13.23  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ahad Malam Jam 23.23.05 Hp BerDering MengaBarkan Lewat SMS Kalo Ibunda Ilham M. Nur Telah Tiada... Hanya Doa Yg Bisa TerPanjat Mengiringi KePergian Almarhumah, Semoga Allah MengAmpuni Seluruh Kesalahan dan Dosa Almh Serta Menerima Iman, Islam Serta Amal Sholeh Semasa Hidupnya... amiiiiin.....AbiRizky

29 April 2010 pukul 18.36  
Blogger MuhamadDimyati mengatakan...

wah terlambat turut berduka cita mas....http://serba-pabelan.blogspot.com/

31 Mei 2010 pukul 00.50  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda