Rabu, Agustus 12, 2009

Oh, Sungai Mbelan...




Oh Sungai Mbelan..
Tempat main kita
Dari awal santri, sehingga selesai
rasa batin...damai dan sentosa
diantara riak dan bebatuan

Oh Sungai Mbelan..
engkau berjasa
pada santri yang tak melupakanmu

kadang pagi atau petang
Kita beramai ke sungai
mengambil batu-batu di sana
untuk bangunan pondok

wahai sungai pabelan
laksana intan berlian
yang penuh dengan kenangan
oh sungaiku....rin...du...ku....
(nuri)

Label:

12 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

boleh juga syair bu RT buat Rington hp pribadi komunitas pondok, tapi dilagukan dgn irama melayu tempo dulu, yg mendayu2 dan bisa bikin orang berduyun2 tuk memilikinya, apalagi kalo bu RT yg langsung menembangkannya, so pasti ingatan kita tak'kan sirna....ayo miliki segera....! 100 orang pertama gratis mendapat voucher berenang di sungai siak... AbiRizky

12 Agustus 2009 pukul 20.44  
Anonymous Anonim mengatakan...

Ass bang. Syair tentang sungai mbelan ini semua orang bisa nyanyiinnya, terutama anak pondok. Caranya, tiru aja lagu oh pondokku yang amat masyhur itu dengan syair sungai mbelan ini. Gimana, mudah toh? Ayo....nyanyi sendiri. Kalau sudah pas rasanya, direkam. Jangan lupa, kirimkan. Ditunggu lho.(nuri)

12 Agustus 2009 pukul 20.53  
Anonymous Anonim mengatakan...

Siapa aja ya artis2 yang bergaya di sungai? Hehe. Ayo buruan nyanyi lagu sungai Pabelan. Ibu kita emang super kreatif.. Sungai Pabelan tinggal kenangan, karena sekarang tak seindah dulu. Sungai kini kering kerontang dimakan pemanasan global kali, hehe. Bu, fotonya udah tak rapiin, tapi bisanya cuma begitu. Gimana? fatra

12 Agustus 2009 pukul 22.36  
Anonymous Anonim mengatakan...

wah...itu dah super rapi bu Dosen...! tapi klo mo dirapiin lagi boleh juga...siapapun bisa nyanyi lagu kali mbelan dgn irama yg sama dg lagu oh pondokku & hal itu sudah lumrah + biasa, tapi yg ku mau,yg luar biasa... lagu ini digubah iramanya dg dendang melayu seperti yg sering ibu nyanyikan 'ayam den lapeh' gimana....ditunggu lho....AbiRizky

13 Agustus 2009 pukul 08.27  
Anonymous Anonim mengatakan...

Fat, artis sungai ini Hayani lampung, Warningsih Pekalongan, Purawati Harun, diriku dan ianah. Pasti tahu semua, kan??
Oya, kalau kita perhatiin lagi sungainya terutama air yang pecah di bebatuan..indah, seger, alami banget yah. Kalau sekarang seperti yang Fatra gambarkan, aduh..sedih banget. Nyesel nih reunian kemarin nggak diintip.
Untuk AbiR, dikeroncong kemayoran aja, lebih sip deh kayaknya.Hehe..(nuri)

13 Agustus 2009 pukul 16.52  
Anonymous Anonim mengatakan...

saya ga tanggung jawab...kalo dikeroncongin, nanti pendengar malah diare ato masuk angin...bukannya enak, malah keluar semua yg ada dalam perut...gimana bu.....? AbiRizky

14 Agustus 2009 pukul 21.42  
Anonymous Anonim mengatakan...

Biasanya kalo santriwati ada di kali mbelan lagi ngabur..tuk ga? Alf.

15 Agustus 2009 pukul 14.03  
Anonymous Anonim mengatakan...

100% tuk kan Alfan....kaya'nya pengalam pribadi nich sama doi...AbiRizky

16 Agustus 2009 pukul 08.33  
Anonymous Anonim mengatakan...

Melihat aliran sungai mBelan, langsung melintas di benak ingatanku, ketika lari tunggang langgangg dikejar pak tani yang merasa sawahnya terganggu. Ya larinya uryanan hi hi hi (silahkan siapa yang mau ngaku, karena saat itu aku tidak sendirian). enz

17 Agustus 2009 pukul 21.30  
Anonymous Anonim mengatakan...

ENZ siapakah dikauuuuu ? ada yg bisa bantu ? please tell me...Who is ?

19 Agustus 2009 pukul 08.10  
Anonymous Anonim mengatakan...

Inget sungai mbelan, inget aku tafakur dan sholat malam. Lho salah ya, mau gaya kok gak logis. Yang jelas gaya paling memukau ya siapa lg kalo bukan bu RT? Btw, warningsih dimana ya?/yun

20 Agustus 2009 pukul 19.24  
Anonymous Anonim mengatakan...

Buat enz, siapa yang mau ngaku, wong enz nya aja pada nggak tahu. Perkenalkan diri dulu dong..ntar banyak deh yang ngaku lari uryanan sama dirimu.
Untuk yuni, gayane emang selangit, ake solat malam segala. Oya Warningsih itu masih di pekalongan ga ya yun???(nuri)

21 Agustus 2009 pukul 17.31  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda