Minggu, Agustus 02, 2009

Ati dan Kenangan Pabelan



























Tentu kita masih ingat dengan Ati / Armiyati Hanggi, alumni/ adik kelas asal Manado. Siapa sangka kini anak sulungnya telah beranjak dewasa dan menjadi gadis cantik nan anggun. Ati yang dikaruniai 2 puteri ini tetap seperti dulu, manis dan ramah. Di sela mengurus gadisnya masuk kuliah (teknik di sebuah Universitas swasta Yogya), Ati ngontak teman2 dan sempatkan ke Pabelan. Sebelum nyampe Pabelan, Lili arahkan mobilnya ke warung bakso kenangan "Mekar Sari" Muntilan (yang rasa bakso dan es dawet/kelapa muda tetap khas). Setelah perut kenyang oleh makanan Mekar Sari, mobil meluncur ke Batikan kemudian mampir ke warung nasi rames Batikan, tapi sayang kini berubah menjadi bengkel. Setelah Ati merasa cukup puas melihat suasana Batikan, mobil melaju menuju Pabelan. Saat kaki menginjakkan tanah Pondok, air mata Ati menetes. Entah perasaan apa yang berkecamuk di hatinya. Mungkin senang, rindu, haru atau semua cerita lalu seperti hadir kembali, setelah ia tinggalkan selama 20 tahunan. Ati bersilaturrahmi dengan Bu Nyai Ulfah dan Kyai Najib kemudian berkeliling Pondok (asrama puteri dan putera). Belum hilang rasa kangen, matahari mulai menyembunyikan diri, seperti memberi tanda bahwa tempat tercinta ini mesti ditinggalkan. Ati melambaikan tangan dan berucap pelan ".... Pabelan.. kenangan...". Pabelan memang tempat segala kenangan.. (fatra)

Label:

12 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

pagi hari Senin gini, lagi shaum lihat ada bakso+minuman mekarsari, ah bikin..... ? ada2 bu Dosen kita ini, tapi oke lho liputannya, ngga apa2 lah terhitung nostalgia, hanya sayang ada yg kurang bu.... ! Mamang mekarsarinya ko' engga diambil gambarnya, biar penggemar mekarsari terobati, terutama penggemar berat dari Smg...... AbiRizky

3 Agustus 2009 pukul 08.42  
Anonymous Anonim mengatakan...

Atiii....udah gede banget gadismu? moga-moga dengan Ati jadi single parent, membuat hidup tambah bersemangat membesarkan sang buah hati, dan membuat suamimu "disana" damai bangga punya istri yang hebat.Love/yun

3 Agustus 2009 pukul 11.14  
Anonymous Anonim mengatakan...

Duh...nggak nyangka ya ati punya anak gadis. Dikirain masih adik kelas alias masih kecil. Nggak tahunya.....malah mau mantu lagi. emang nikahnya tahun berapa sih Ti?? Kalau Misri ketahuan, belum tamat mbelan udah nikah. Ya, anaknya udah gede. Baru kerasa rugi deh karena telat nikah. Hehe..(nuri)

3 Agustus 2009 pukul 20.36  
Anonymous Anonim mengatakan...

mosok sich k' misri belum lulus dari mbelan sudah nikah? emang itu dibolehkan? (from nasruddin)

3 Agustus 2009 pukul 22.18  
Anonymous Anonim mengatakan...

boleh Nasruddin kalo ngga' ketahuan, tapi kan sekarang udah ketahuan, mo di DO juga dah keluar duluan, tapi ada baiknya yg menjawab dgn sohih + benar ya bu kaji itu ! monggo bu....AbiRizky

4 Agustus 2009 pukul 12.50  
Anonymous Anonim mengatakan...

Saudaraku Nasruddin dan AbiRizky, jangan diperdebatkan lagi soal pernikahan mbak Misri. Karena putusannya sudah logis dan dipertimbangkan dengan logika yang baik. Maaf kak Logika, canda nih biar gak stress mikirin Mbah Surip wafat (ha ha ha ha tak gendong ke mana2, enak tho, mantep tho ha ha ha, ....tidur lagi) enz

4 Agustus 2009 pukul 21.28  
Anonymous Anonim mengatakan...

kasus misri nikah duluan karena gak mengamalkan mahfudlot "ashobru yu'iinu 'ala kully amalin". /yun

5 Agustus 2009 pukul 14.28  
Anonymous Anonim mengatakan...

Yun, walaupun ibu yang satu ini tidak ngamalin "ashobru yu'iinu 'ala kully amalin" tapi kan ngamalin yang lain,yaitu "zur khibban tazdad khubban dan zur katsiron ladzid jiddan" ha ha ha, semakin katsir semakin ladzid tho. Bagaimana AbiRizky, bener tho. enz

5 Agustus 2009 pukul 19.48  
Anonymous Anonim mengatakan...

Lagi ngomongin Misri ya? Mnrtku sih dia itu emang banyak pengalaman.. dan sering mengamalkan amalan2.....fatra

5 Agustus 2009 pukul 20.24  
Anonymous Anonim mengatakan...

Bu kaji ga kerasa kali ya...apa memang dy lagi semedi untuk menjawab semua tanya dari teman2, bisa jadi dy lagi menyiapkan BOM yg nantinya sekali keluar kita2 yg kasih komentar tidak berkutik lagi tuk beri komentar selanjutnya, ayo dunk bu.... masa kalah sama mbah Marijan, sudah saatnya turun gunung, temui fans beratnya...ato lagi nyiapkan MFC (Misriyati Fans Club) yg anggotanya menyebar sampe ke Mancanegara....BTW ENZ siapa sih Antum / Antuna....AbiRizky

6 Agustus 2009 pukul 08.11  
Anonymous Anonim mengatakan...

Pokoknya...."zur katsiron ladzid jiddan" ... semakin katsir semakin ladzid tho," termasuk zur katsiron ke blog Angera ini, ha ha ha ha. Betul begitu kan AbiRizky, yang sudah banyak merasakan ladzid-nya.

6 Agustus 2009 pukul 12.40  
Anonymous Anonim mengatakan...

iki sopo toh.....nulis ga ene jenenge, mbok di ke'i ngono lho, ben ga ono fitnah diantara kita, sopo sing ngerti ENZ kuwi... ? penasaran kulo, nyambung...ning ra tau jenengane sing dhowo....AbiRizky

6 Agustus 2009 pukul 14.48  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda