Sabtu, Agustus 30, 2008

Ku rindu bersimpuh lagi: Masjid Pabelan

" Sore ini aku “musyrik”, karena “menyekutukan” Sang Dia. Hai Dikau, kali ini Kau punya pesaing, karena rasa aneh yang menghiruk pikuk di dadaku ini. Sekarang bukan Dirimu semata wayang menyemayami totalitasku, karena disaat apel denganMu, mendua yang kurasa. Tapi salah siapa? Aku tak meminta rasa ini, tapi aku menikmatinya! Untung segera ada lagu “Tulil”, begitu Hetty menyebutnya. “Ilahi lastu-lil firdausi ahla, walaa aqwa ala naaril jahiimi”. Syair Abu Nawas yang rintih lirihnya bikin nyawa menunduk: “Tuhan aku tidak layak jadi penghuni Surga Firdaus, tapi aku juga tidak sanggup dengan siksa api neraka”. Syair ini menetralkan musrikku...aku menengadah menikmati temaram sore, membiarkan matahari redup beristirahat, kumanjakan diri melihat daun kelapa menari menjentikkan jari-jari ujung lidinya, kusapa dengan mata ramahku kepak burung terbang di atas kubah masjid itu dan aku biarkan diriku bercengkerama bisu dan hangat dengan penghuni langit di atas sana, bertanya.. Ada apa ini? Ada apa ini?"(cuplikan cerpen santrinova Yuni ch)



Seluruh foto ini adalah koleksi arsip award Agakhan dan juga dipublish di Arch-net (web akademik arsitektur). Thank to Eric Roos to tell me this pages. (Eric adalah peneliti ttg arsitektur Islam di ISIM, teman sekantor. Dia sangat fasih ttg sejarah masjid dunia dan juga di Indonesia. Dalam Archnet lingkaran ini, menurut dia disebut bahwa masjid Demak yang konon tiangnya dimitoskan dari serpihan kayu, itu tidak benar!!).

Label:

4 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Yunche...
Melihat posting Masjid Pabelan, baru teringat akan cerpenmu itu. Alangkah indahnya jika dikau terbitkan secara utuh. Pasti banyak yang penasaran, apa sih sebenarnya cerita dari penggalan cerpenmu itu?
Jadi, kalau tak terbuat dari kayu, lalu terbuat dari apa Masjid Demak itu?????

30 Agustus 2008 pukul 22.27  
Anonymous Anonim mengatakan...

he..he...he..
Salah satu masjid demak yang konon dari serpihan kayu itu ya aslinya dari kayu utuh.

1 September 2008 pukul 13.41  
Blogger Unknown mengatakan...

inget masjid pabelan inget pelanggaran yang pernah aQ lakuin....he5555...paling seneng klo waktu shlat maghrib....lebih adem ngliat barisan sof2 di bagian putra...cari2 kira2 dmn arjunaQ berada...he5555...klo udah ketemu....woooowww...hati bagai disiram eeessss....MAK NYEEESSSS....
kls 2 aQ pernah di paggil di masjid..gara2 aQ dapet surat dari ZUVERI anak jakarta....dy kurang canggih waktu mw ngasih surat...waktu makan malam dy ngasih tanda2 mw ngasih surat di sebelah kantin...gara2 itu aQ n very kena senter bagian keamanan...he5555
alamak besoknya tanpa BABIBU...aQ dapat iqob di suruh bwt surat cinta
satu lembar....he5555...di panggil di masjid menurutQ malah punya keasyikan tersendiri...malah semakin di kenal banyak orang....he5555...DASAARRRR NAKAAALLLL.....he55555...

6 September 2008 pukul 15.05  
Blogger Unknown mengatakan...

Oiyyyyaaaaa......satu lagi yang kelupaan.....waktu aQ di iqob bwt surat cinta satu lembar...aQ kalang kabut....tw kenapa???????
yang pasti selama aQ di pabelan aQ punya sekretaris pribadi..bahkan 2 orang yang khusus membalas surat2 cinta yang datang....dua orang itu adalah YUNI n Mba IDA MUNA....he5555
klo YUNI spesial unt yang perlu jawaban serius...klo Mb Ida yang berbau puitis....he5555
jadi maaf klo dulu ada yang pernah dapat balasan surat dariQ itu sebagian murni bukan dari aQ....he55555....
MAAAAAFFFFF YUNIQ SAYAAAANNNNGGGGGG......MAAAAFFFF JG MB IDA......he5555555
lv u s much.....mmmuuuaaaahhh...

7 September 2008 pukul 07.48  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda