Senin, Juni 14, 2010

Yang Tak Terlupakan...

Masih ingat dengan panggilan "Mamang"?
Wajah si Mamang sudah sangat familiar dengan kita
Puluhan tahun yang lalu tak terasa
Saat jum'at libur itu tiba
Cuapek letih lapar haus mendera
Abis belanja bela-beli - keliling kota
Bakso Mekar Sari tempat melepas lapar - dahaga
Tapi ada yang gak boleh lupa
Keramamahan n senyum si Mamang
Kesabaran si Mamang
Saat pembeli ada yang rewel bawel gak sabaran
Saat pembeli sengaja buang2 saos kecap sambal karena stres yang tertahan
Saat pembeli ruame ribut2 gak jelas antara rumpi2 ketawa terbahak2 ato makan
Saat pembeli buru2 minta bungkus puluhan bakso burjo ato es kelapa muda titipan teman
Sampe kini si Mamang tetap sabar tenang
Menunggu kita2 kembali datang

Ada yang lupa "Pingi"?
Wajah lugu tulus mengabdi
Akrab ceria senyum penuh arti
Sampe sekarang kita masih ingat Pingi
Pingi! Pingi! Pingi! /f

Label:

7 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

kalau mamang boleh lupa-lpa ingat, tapi..kalau pingi ga bakal lupa-lupa ingat, alias tak kan terlupakan. semoga beliau selalu sehat, amin.../n

14 Juni 2010 pukul 18.42  
Anonymous Anonim mengatakan...

Fatra, dirimu emang paling bisa menggali memori smua yg ada n yg mgk b'lalu begitu saja dr catatan masalalu di Pabelan, hm.....jd terasa manis utk dikenang dg bahasa tulisanmu....tq Fatra....{ma2h}

14 Juni 2010 pukul 22.39  
Anonymous Anonim mengatakan...

ya ampun Pingi..dirimu penyimpan seluruh misteri santri putri. Yang lucu, setiap kita santri putri mandi di kamar mandi belakang Angrek bulan dan Mentari, terus ada yang teriak, awas ada cowok!! Langsung pada merunduk duduk biar tak terlihat sambil nanya siapa? siapa? siapa?. Lalu kalau dibilang, "Pingi". Langsung pada berdiri polos tak berdosa sambil bilang..ah Pingi ini!!/yc

15 Juni 2010 pukul 21.55  
Anonymous Anonim mengatakan...

Bukan Angera namanya kalo ga dapat mengHadirkan Masa lalu...simak saja Profile Mamang Mekarsari....Himbauan bagi para Pemilik Modal, untuk menginvestasikan dalam bentuk kerja sama membuka cabang Mekarsari di kota masing2....jadi setiap saat dapat mengenang kembali Berbaso & BerBurjo Ria....walaupun sudah ga ada si DIA disamping yg dulu... yakin & percaya ga sampe 1 tahun modal sudah kembali...... Untuk Pingi, buat generasi Angera amat besar jasanya dalam menyalakan diesel disiang hari, disaat mata pelajaran Ustadz Abdul Muhid.... yg konon langsung memBREAK karna pekak alias bising dgn suara diesel, sorak soraipun menggema, pertanda Kemerdekaan bebas dari Hapalan... AbiRizky

16 Juni 2010 pukul 15.15  
Anonymous Anonim mengatakan...

Wah....ternyata Pingi masih hidup dan segar bugar to. Aku punya pengalaman lucu sama Pingi, waktu itu aku & temanku ketemu dia di belakang asrama Kuwait. Kerana gara-gara temanku ngeledek dia, aku pernah dikejar-kejar dia sambil bawa golok. Temanku yang berbuat ulah, malah aku jadi kena batunya. Justru setelah kejadian itu aku jadi tahu kalo Pingi itu punya masalah dalam komunikasi. Semoga Allah SWT memberikan usia panjang kepada Pingi saudara kita. >ZMF

22 Juni 2010 pukul 12.22  
Anonymous Anonim mengatakan...

Aku juga gak sengaja ketemu, kebetulan banget,langsung deh ku ambil kamera. Pingi langsung mau berpose, duduk manis senyum seperti dalam foto itu. fatra

22 Juni 2010 pukul 21.44  
Anonymous Anonim mengatakan...

pingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............mss yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.........../mys

29 Juni 2010 pukul 07.02  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda