Selasa, Juli 29, 2008

Ruang Makan ala Pesta Kebun

Inilah berbagai pose setelah sarapan yang ruang makannya didesain terbuka..
di bawah teduh-rimbunnya pohon (depan kantin putra), membuat suasana
makan kita "pondok banget"...
Sambil makan, para alumni leluasa berbagi cerita dan tawa,
dengan lauk-pauk nostalgi ala santri: tahu kotak rebus, gori rebus, sambal pedas-manis (ala Jawa yang dibawa Yuni atau Misri), sambal pedas menyengat asin gurih (ala Manado yang dibawa Lili), tempe-teri kecil pedas (ala Misri Semarang atau ala Jakarta yang dibawa Alpiah/ Mpok Ipi), aneka kerupuk/ keripik kriuk ala Tegal - Surabaya dan aneka lauk khas yang dibawa teman-teman lain.. semua menambah lezat...
bercampur dengan keringat yang mengucur...
Kecian juru masak dan adik-adik santri yang bantu siapkan sajian makan kita,
sebab frekuensi bolak-balik ambil nasi dan sayurnya jadi meningkat tajam,
karena cepat ludes disikat pasukan berani kenyang seperti contoh dalam foto-foto bawah ini..

Piring telah ditumpuk-tumpuk, tanda telah habis berpiring-piring..






Piring - piring yang kosong, bersih,
gelas-gelas kaca yang tak bersisa.. (mengingatkan kita pada lagu gelas-gelas kaca
Nia Daniaty, kayaknya idola teman kita yang kesana-kemari suka bawa radio
merek Penasonic, siapa hayo!).


Mbak Dzalfah dan mbak Afi (pendamping kita dulu) diantara teman-teman alumni lain,
telah selesai sarapan, santai bercerita... ssst.. mungkin tentang kesan beliau saat mendampingi kita dulu yang lumayan buat mereka pusiiiing.... (f)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda