Senin, September 29, 2008

Ada YangHilang di Hari Lebaran


"Konon pada zaman dahulu kala, setiap lebaran semua orang sibuk. Mulai mempersiapkan makanan, pakaian dan tentu tak lupa pula kartu ucapan lebaran". Mungkin anak-anak kita akan memulai tulisan demikian jika menceritakan bagaimana keadaan lebaran zaman dulu. Yah.... sejak kemajuan arus informasi, ada yang "hilang" ketika memasuki lebaran, kesibukan kita berkurang karena tidak harus capek-capek mencari kartu lebaran dan mengirimnya ke sanak keluarga dan sahabat.

Saat ini kita cukup mengirim lewat email,sms,mms dan semacamnya. Praktis sekali, karena seketika ucapan kita langsung diterima. Belum lagi biaya yang kita keluarkan lebih murah, hanya berkisar Rp 350.- Rp 1.000.- [belum lagi jika ada promo tarif, tentu lebih murah] pesan kita sudah sampai. Bandingkan jika kita harus mengirim kartu lebaran tentu biaya yang dikeluarkan lebih mahal, berkisar Rp 5.000 dengan perangkonya, belum lagi kartu itu akan sampai di alamat yang dituju, berhari-hari kemudian.

Saya pribadi, merasakan jika mengirim kartu, "nilai" yang kita dapatkan berbeda jika kita mendapat sms,mms atau email. Ada nilai lebih jika kita menerima kartu, terasa lebih dekat, lebih akrab. Apalagi kartu yang kita terima bisa kita simpan bertahun-tahun, dan setiap membacanya, akan teringat dengan pengirimnya.
Seperti kartu yang saya terima dari Nina Muidah, ini untuk mengucapkan lebaran di tahun 1415 H, 14 tahun yang lalu!!! Bukan waktu yang pendek, tapi terbayang saat itu keadaan kita seperti apa, saya masih tinggal di rumah mertua (karena alamat masih di rumah mertua) dan biaya perangkonya yang "masih" Rp 150.- Asyik sekali kan?

Kalau sekarang kenapa kita memilih cukup dengan sms, selain praktis dan murah, juga mau mencari kartu lebaran, agak susah juga. Paling-paling yang tersedia di toko adalah kartu lebaran yang akan ditempeli di parcel-parcel lebaran. Kalaupun ada, rasanya bentuk dan gambar sudah kurang variatif.

Ada juga dampak negatifnya kita tidak mengirim kartu, kita tidak mengetahui alamat rumah teman kita. Cukup dengan no hp, semuanya beres. Jarang kita memberi ke teman kita alamat lengkap kita. Coba deh kita mengingat, kenapa kita (khususnya saya) bisa sedikit hafal alamat Nuri di jalan Tanjung.... ,Fatra di jalan Veteran, Yuni di Baturetno, Warni di kompleks Sabadra, Uus di jln waligito, Misri di jalan raya godong, dll. Dan mungkin juga teman-teman mengingat alamat saya di jalan gunung awu. Ini semua karena seringnya kita menuliskan alamat kita sehingga menempel erat dalam benak kita. Kalau sekarang, rasanya tak mungkin kita mengingat no hp teman-teman angera kita.

Ini semua pilihan, dan untuk saat ini kita memilih kepraktisan dan berharap kita tetap mendapatkan nilai dalam pilihan kita untuk praktis. Selamat Lebaran!!

(Catatan: Ini, kartu lebaran dari Nina Muidah.Kondisi kartu agak kotor karena sempat disimpan di rumah mertua)

Label:

1 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

setujuuuuuuuuuu.... seminggu lalu aku berkeringat untuk hal-hal begini demi cinta benyawa.

29 September 2008 pukul 14.09  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda