Minggu, Mei 31, 2009

Lawatan Muhibbah

Pictures sent by: Mbak Ikun

Masih ingat kak Fauzi CH dari Batang Pekalongan? Dlm rangkaian silaturahmi mbak Ikun menengok keluragnya di Boyolali, menyempatkan ketemu kak Ojie yang sekarang sudah punya 2 gadis kecil yang cantik-cantik. Mau tahu siapa isteri kak Ojie? Alumni Pabelan juga! Pasti! Yen ora Pabelan ora!! Tapi bukan alumni dari Jakarta lho (kak Ria...sttttt! maaf disebutin untuk memudahkan mengingat dan mengundang kabar kak Ria ke Angera, dimana dia skr ya?). Kalau pilihan Tuhan buat kak Ojie, ternyata jatuh ke Leila Baroroh dari Batang juga yang sekarang setia sebagai guru. Ingat nggak Leila adik Sholihah? Sekilas ttg kak Ojie, setelah menamatkan kuliah di IAIN Jakarta perbandingan Agama, Kak Ojie skr bersibuk dengan dunia perkomputeran. HP-nya: 08122891320.

Paket silaturahmi sebelumnya di Jogja, salah satunya ketemu kak Amin Munajat, kakak kita yang gayanya perlente rapi asal Purworejo (kirain dulu aslinya dari Holiwut). Kak Amien juga sudah punya hepi family, menikah dengan mbak Ida dari Banjarnegara yang dulunya setia bekerja di dalah satu kantor notaris di Jakarta. Mereka punya 3 momongan yang cakep-cakep juga.

Coba tebak wajah..ada mbak Nanik, mbak Tituk, mama mbak nanik dan siapa ya yang ditengah? senyumnya menyamarkan siapa aslinya. tebakk!!// yuni.

Label:

Jumat, Mei 29, 2009

Mbak Asmah










Kamis, 28 Mei ‘09, sore, mbak Asmah, kakak dan pendamping kita (sampe kini), datang dari Semarang ke kota Yogyakarta. Beliau membawa rombongan anak2 TK Islam Asyifa’ beserta orang tua/ wali murid dan guru (sebanyak 6 bis). Mbak Asmah merancang Tour ini setiap setahun sekali. TK yang telah dirintisnya sekitar sepuluhan tahun yang lalu itu (mulai dari nol dengan merangkul semua sumber di masyarakat), kini telah berkembang menjadi sebuah TK Islam yang patut diperhitungkan di Bergas Kab. Semarang. Sebagai seorang pendidik, mbak Asmah sangat mengerti keinginan anak didiknya, yaitu bermain dan bergembira (belajarpun sambil bermain), sehingga acara rutin tahunan ini senantiasa diselenggarakan. Yogya dengan Kid's Fun dan "Taman Pintarnya", telah menjadi daya pikat tersendiri bagi anak2. Nah, di sela2 kesiibukannya mengkoordinasi guru2, murid n wali, mbak Asmah sempatkan ngontak teman2 (alumni) yang ada di Yogya. Ada yang sempat bersay hello via hp, ada pula yang sempat bertemu, karena kebetulan sedang melewati jalan itu (Taman Pintar Yogya). Selamat tuk mbak Asmah yang telah mendedikasikan diri mengabdi tuk masyarakat. TK adalah salah satu wujud riil pengabdian itu/fatra.

Label:

Kamis, Mei 28, 2009

TERNYATA "RAJU" DI KERJAIN DA'ALI Cs......

Memory Abu solor........RAJU..TERIMA SURAT CINTA & KACA MATANYA JATUH..

RaJu nama panggilan Rahmat Juarsa ( Palembang ), dia sangat mengidolakan Bang H. Rhoma Irama. Gaya rambut dan gerak-geriknya dibuat mirip si Raja Dangdut. Diam-diam dia juga naksir berat teman seangkatan ane, mbak Isdarwati. Pucuk dicinta ulampun tiba, RaJu menerima surat cinta dari Da’ali Thoa-Thoi yang “katanya” dikirim oleh mbak Isdarwati. Dengan hati yang berbunga RaJu membaca surat itu dan ternyata isinya ada pesan “mbak Isdarwati ingin ketemuan di belakang tembok gedung Bupati (lokasi meetting) pada malam jumat sehabis muhadhoroh”.

Pada malam Jumat yang dijanjikan, Kami (Ane, Emil, Syawal, Da’ali, RaJu dan beberapa sohib lainnya) memang berencana bolos muhadhoroh. Untuk menghindari kontrolan Qismu Ta’lim/Qismu Amn, kami kabur ngumpet di persawahan belakang rumah Bu Empang dekat kolam timur.Tidak lama kemudian perut ane mules (habis makan sambal Bu Empang), kebelet ingin buang air besar (BAB), dan ane lepaskan hajat ane di tempat itu juga, kemudian bersihkannya (cebok) dikali kecil belakang rumah Bu Empang. Tiba-tiba kami kepergok “orang kampung”, kami disangka mencuri ubi, dan entah siapa yang memulai, kami lari tunggang-langgang hingga kaca-matanya RaJu terjatuh.

Sampai di Pondok, untung muhadhorohnya sudah selesai, kamipun langsung menuju ke belakang gedung Bupati mengantarkan RaJu hendak berjumpa dengan pujaan hatinya. Da’ali tidak mau ikut karena “katanya” ada urusan penting. Mindik-mindik,sampailah kami di tempat yang dijanjikan dan ternyata di sana sudah menunggu “si dia yang berkerudung putih”. Mungkin saja RaJu ketika itu hatinya sedang bersenandung lagunya Rhoma Irama di balik kerudung wajahmu tersembunyiiii…” haha haha...

Dengan agak malu-malu RaJu mulai mendekat, hingga jarak antara mereka berdua kurang lebih 1 meter dan kami mengawasi dari kejahuan di balik pohon. Setelah sekian lama -/+ 1 jam, mereka saling membisu tanpa sepatah katapun terucap dari bibir (kaya lagi main catur), akhirnya “si dia berkerudung putih” pergi meninggalkan RaJu sendirian. RaJupun kembali ke asrama dengan segala perasaannya yang campur aduk, mungkin antara bahagia dan penyesalan.

Keesokan harinya, kami mengantarkan RaJu untuk mencari kaca-matanya yang terjatuh tadi malam di persawahan. Tak disangka, tak diduga, kaca-matanya jatuh tepat di atas kotoran—maaf—(tai) bekas ane yang kebelet BAB semalam.. haha haha haha... Kami langsung menuju ke sungai dan mandi untuk persiapan solat Jumat. Sholat Jumatnya menempati shof di depan Perpustakaan. (jauh bangat shofnya ya… haha haha).

Setelah makan siang, Da’ali datang menemui Raju dan mengantarkan surat . Lagi-lagi “katanya” dari mbak Isdarwati. Isi surat itu membahas peristiwa semalam "kenapa semalam kok diam-diaman aja sih?" dan ada pesan janji untuk ketemuan lagi di kelas Bupati setelah makan siang. Siang itu RaJu tidak mau diantar/tidak mau diganggu, dia ingin pergi sendiri menemui pujaan hatinya. Sesuai waktu yang dijanjikan, kamipun sudah berada di kelas barat kuburan, mengawasi/ngintip RaJu yang mondar-mandir di teras Gedung Bupati. Mungkin saja ketika itu dalam hatinya sedang bersenandung lagunya Rhoma Irama dan Ridho Rhoma "sekian lama aku menunggu..untuk kedatanganmu.. bukankah engkau telah berjanji kita jumpa di sini, datanglah……" hehe hehe hehe.....Bolak-balik…bolak-balik, keluar-masuk kelas bupati, sampai kentong asar berbunyi (tung tung tung), ternyata “si dia berkerudung putih” tidak juga muncul. Ada apa Gerangan yang Terjadi….????????

Mungkin sampai sekarang (tulisan cerita ini di blog angera81), RaJu belum tau, kalo dia dikerjain oleh Da’ali Thoa-Thoi cs. Surat yang “katanya” dari mbak Isdarwati itu adalah bikinan/karangan Da’ali Cs. Dan “si berkrudung putih” itu tidak lain-tidak bukan ya Da’ali juga yang menyamar mengenakan kerudung putih milik santri putri yang mungkin diambil dari jemuran belakang kalpataru.....haha haha haha...

Kepada mbak Isdarwati yg kebetulan sedang membaca di blog ini, kami mohon dimaafkan.

Hallo mbak Is.. maafin kami ya..?(via Mys)

Label:

Selasa, Mei 26, 2009

KEGIATAN BC


Surprise banget dapetin foto kegiatan BC ini. Apalagi pas saya lihat ada tulisan di belakang foto yang menerangkan kegiatan apa itu. Ternyata foto yang dilakoni anak-anak Era ini, Ida, Helmi, saya sendiri, Lily dan Ainun sedang memainkan sandiwara berjudul BADAI PASTI BERLALU. Seperti apa ya ceritanya? Nah, ini yang lupa. Tapi kayaknya bisa ditebak deh kalau ditilik dari judulnya. Adegan pertama pasti telah terjadi prahara antara dua (beberapa) insan. Kemudian prahara yang merupakan badai itu perlahan mereda dan akhirnya berdamai. (Dasar, NGARANG!!!!) Hayyyooooo...siapa yang ingat ceritanya. Tapi kok cuma kita-kita ya? Mana yang laen....yuni, fatra, misri, mamah, anak ERA yang bergabung dalam Buana Citra (BC)?
Oya...penampilan ini sehubungan dengan HUT BC lho...Tapi yang ke berapa ya?? Nggak ada tuh keterangan di balik fotonya. Pokoknya yang ke sekian-sekian deh. Hitung aja dari berdirinya BC sampai tahun 85.(nurizahjohan)


Seluruh anggota Buana Citra dari senior sampai junior.
(Ida Saidah, Ida Farida, Hani Hanifah, Siti Ianah (empat di atas).
Barisan depan: Dewi yamina, Fatrawati, Nuri, Dwi Dara Dewi, Khadijah Palembang, Misriaty, Nina Muidah, helmi, Uus, Lily, Yuni, Ida M, Purawati, Hetty Syarif, Aida Pontianak, Khadijah Brebes 1, Ida Syukuri, Hanifah Padang, Beta Muntilan, Anggi Manado, Eeng herlina Palembang, uswatun semarang (adik era), Ori, khadijah Brebes 2, Irma Damayanti, dan lain-lain. (Tolong ditambahin siapa lagi yang tak disebut namanya. Bagi yang tahu, tulis di komentar, kemudian moderator angera akan menambahkannya).

Label:

SANDAL DI GEMBOK????punya siapa tuuuhhh.....

AKU TERPANA DENGAN ULAH PARA SANTRI PUTRI...
SEPERTI-NYA ANEH BIN LUCU...
ITU MEMANG ADA DAN NYATA...
Keherananku melihat kenyataan hidup di pondok membuatku nggak habis pikir, sering aku melihat ke-anehan di sekelilingku. Banyak sekali yang ahirnya membuat aku tertawa sendiri. Jadi aku bisa tahu beraneka ragam sifat, sikap, adat juga latar belakang yang berbeda. Yang paling aneh menurutku saat itu, aku melihat di depan kamar berjejer beraneka sandal, bermacam merk juga model. Tapi ada dua pasang sandal yang aku lihat saat itu di pasangin "gembok"....hik4567, aku jadi geli....ada-ada saja ulah santri pikirku dalam hati. Padahal tau nggak...yang di "gembok" itu hanya "sandal japit biasa", tapi aku sih menyikapi-nya positif saja, bahwa itu bagian dari ke-hati-hatiannya santri tersebut. Menurutku sah-sah saja sih, ini hak pribadi masing-masing orang...ya kan????.

Ada lagi....tapi ini kisahku......
Masih tentang "sandal"....nama-nya saja masih santri baru, semua-nya masih dalam kondisi penyesuaian diri. Pikirku semua yang ada di pondok pasti akan aman-aman saja ternyata kan "tidak", jadi semua tergantung diri kita sendiri.
Pernah suatu kali karena masih kebawa sikap dari rumah, aku sembarang saja naruh sandal dan aku biarkan saja di depan kamar. Saat aku mau pakai untuk ke dapur ambil makan, sandalku sudah "raib" entah di bawa pergi kemana tapi aku nggak punya pikiran itu sandal akan hilang atau gimana gitu.Yaaa sudah lah aku tunggu mungkin baru ada yang "pinjem", setelah aku tunggu-tunggu sampai aku nggak kemana-kemana hanya nungguin sandalku saja. Tapi gara-gara nungguin sandal sampe aku ke hilangan waktu makanku. Jam makan habis dan aku nggak jadi makan....lapeeerrrr deeehhh...hik4567.....karna cape menunggu dan ahirnya aku ikhlaskan saja karena nggak kembali....Tapi kok aku nggak ada pikiran pinjem temen dulu atau gimana gitu ya???, waaahhh... memang ternyata "aku terlalu lugu"....hik4567..
by Misriaty/Mys/Ms.

Label:

Senin, Mei 25, 2009

Kiriman foto Kak Nuruddien


Setelah beberapa kali coba kirim dan terkendala teknis...sekarang baru bisa terupload..coba tebak siapa yang paling gaya, paling keren, paling menawan, paling laris (dulu)...makasih ya kirimannya.. (Ali Jagobayu, Jularso, Aries Budiono,Ilham M Noor, Nurudin, Rudi Utomo..yang kedua dari kiri belum teridentifikasi nih,,

Label:

Minggu, Mei 24, 2009

SEDIKIT "ATURAN MAIN" DI BLOG ANGERA

Sejak awal kita memulai membuka blog angera, tujuan utamanya adalah sebagai ajang silaturrahmi antara kita yang pernah merasakan kebersamaan di pondok Pabelan. Dan alhamdulillah silaturahmi itu bisa terjalin, baik antar angkatan, beda angkatan bahkan antara guru dan kita. Hal ini sungguh membuat kami merasa senang, bahwa sedikit banyak blog angera ini telah menjadi sarana terciptanya silaturrahmi yang selama ini sedikit longgar.

Ajang silaturahmi di blog angera adalah berita yang tersaji serta mengisi kolom komentar. Dan sangat indah dan terasa begitu dekat dan menyatu, jika kita tahu siapa yang menulis. Selama ini beberapa komentar banyak ditulis dengan anonim, kemudian di akhir komentar diberi inisial.

Sekedar kilas balik, penggunaan inisial bagi kami anak-anak angera adalah untuk mengidentifikasi siapa yang menulis, apakah yang ditulis Misri, Fatra, Alfan, Nuri atau Lily. Sehingga jika ada hal-hal yang berkenaan dengan tulisan, teman cukup mengenal dan tahu siapa yang harus dihubungi.

Untuk beberapa inisial, kita sudah mengenal, misalnya "yc"yang menulis adalah Yuni, "ftr" yang menulis adalah Fatra, "nj" yang menulis adalah nurizah, "ms" yang menulis adalah Misri,"zmf yang menulis Maman, dll. Tapi banyak juga inisial-inisial yang tidak akrab dengan kita, sehingga selain kita masih menerka-nerka, juga kurang terasa akrab karena seakan-akan kita tak mengenal siapa penulis. Tak jarang jika ada inisal baru, kita saling komunikasi di luar blog, baik lewat sms maupun menelpon, menanyakan siapa gerangan jati diri inisial baru tadi.

Oleh karena itu, kami mengharapkan, jika hendak menulis berita maupun komentar, kita semua meninggalkan inisial, dan kita menulis nama secara lengkap, atau paling tidak nama kecil kita. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan ketika kita menggunakan nama, selain yang paling utama bagi pengunjung blog angera, angera tak perlu lagi mereka-reka siapa pemilik inisial ini.

Selain penggunaan nama, kami juga mengharapkan dengan sangat, jika menulis, gunakanlah bahasa yang santun. Kita semua bersaudara, dan tak ingin menyakiti hati saudara kita walau hanya sepenggal kata.

Semoga sedikit "aturan main" ini, akan membuat silaturrahmi kita di blog angera semakin nyaman. Dan jika masih ada yang melalaikan, dengan sangat hormat, kami dengan terpaksa harus menghapusnya dari blog ini.

Terima kasih, dan salam hangat angera untuk semua pengunjung blog angera ini.(lily)

Label:

Sabtu, Mei 23, 2009

KENANGAN YANG MASIH TERSIMPAN sampe kini......




Label:

KENANGAN YANG MASIH TERSIMPAN sampe kini......




Label:

Jumat, Mei 22, 2009

SARUNGKU MLOROT.....

KARENA BURU-BURU....
SEMUANYA JADI BERANTAKAN....
UNTUNG NGGAK MEMBUAT KU MALU....
KARENA NGGAK KETAHUAN....

Pagi setelah mandi di ruang tamu, aku sudah siap-siap berpakaian sekolah. Karna aku lagi di tengok sama ibu dan aku ikut menginap di ruang tamu. Setelah sarapan dan sedikit ngobrol sebentar bel berbunyi, nggak begitu lama aku langsung keluar dari ruang tamu menuju kelasku di Gedung Alamsyah.
Bisa di bayangkan jauhnya antara ruang tamu dan alamsyah kan???, aku memang nggak bisa yang namanya jalan cepat mungkin itu sudah bawa-an dari sananya, ya kali aku di takdirkan oleh Allah termasuk wanita yang anggun (bukan ANGgota raGUNan loh!!!!...awas kalau ada yang ngledek...hik4567)....
Karna terpaksa harus buru-buru jalannya, maka aku nggak merasakan adanya sesuatu yang bergeseh dari badanku. Dengan sedikit berlari tanpa sengaja buku yang aku pegang terjatuh, otomatis aku membungkuk untuk mengambil buku yang terjatuh itu. Alamaaaakkkk......jadi sudah buku terjatuh sarungku ikut mlorot lagi......aduuuhhh bisa di bayangkan santri baru yang belum terbiasa memakai sarung, cara memakainya pun masih blepotan dan nggak karuan lagi. Saat itu memang posisi betul-betul sudah mlorot....hik4567.....aku nggak tahu kira-kira kejadian ini ada yang melihatku atau nggak. Sempet aku lihat sekelilingku sepertinya nggak ada yang melihat kejadian ini.
Kalaupun ada yang melihat....yaaaa....anggap saja itu bagian dari sodaqoh....hik4567/by Ms

Label:

Belajar Dari Perjuangan Warni

Warniaty AZ, salah satu sahabat tercinta kita yang sedang berjuang hebat membangun serpihan-serpihan semangatnya untuk kembali bangkit. Perjuangan spiritual melawan penyakit kangker yang dideritanya dan menata mozaik hidupnya patut kita teladani. "Aku bersyukur seperti diberi kesempatan hidup kedua kali, aku ibarat bayi kecil yang tengah berjuang marangkak lagi sekarang..." begitu tutur mendalamnya saat ditemani makan "sehat" yang oleh lidah orang biasa pasti sulit tertelan. Karena semangatnya untuk sehat, nasi putih dan daun-daun segar lalapan dinikmatinya dengan wajar, karena banyak pantangan untuk pengaturan dietnya. Warni untuk yang kesekian kali menjalani therapy panjang mengusir kangker yang dideritanya. Dulu beberapa bulan di Sukabumi dan sekarang di Jakarta. Karena cinta keluarga dan sahabat-sahabatnya, terutama karibnya (kakak kelas kita/pernah jadi pendamping kita yang selalu pengasih dan pemurah), mimpi warni untuk sembuh menjadi niscaya.

"Yun, mahal nih kamu setirin". (dalam hati..aku cuma nggak ada apa-apanya nemenin kamu beberapa jam, tapi mbak Ikun lebih setia 24 jam menemani kamu War). "Iya War, mahal banget nih supirnya...kamu harus bayar yang setimpal dengan gendong aku ya War, kalau udah sembuh". "Iya Yun...artinya aku memang harus sembuh ya biar bisa gendong kamu". Begitu salah satu percakapan saat mengantar therapy Warni dengan aneka canda yang sepintas tidak menyangka kalau Warni sedang sakit. Sesekali getaran suara sakitnya bisa ikut kita rasakan..tapi ditepisnya dengan berusaha tenang menahan. "Dulu aku nggandeng orang buat aku antar berobat ya..sekarang kok gantian aku yang dituntun-tuntun"... Banyak lagi percakapan ringan selama perjalanan. Seminggu 3 kali Warni ditemani Titik (adik mbak Ikun) untuk terapi. Therapistnya tamatan S3 Harvard ahli herb/farmacognosis. Mami ini (panggilan para pasiennya) sudah 78 tahun, pernah 4 kali koma karena kangker payudara dan sekarang bisa sembuh. Mami tak bisa janji, tapi mami berusaha keras untuk bisa membantu menyembuhkan". Dengan asik mami ngobrol dengan Warni dan pengantarnyapun bebas nimbrung. Mami...semoga melalui jari-jari dan budi hatimu sobat kami bisa kembali ceria bersama kami. Amien/yc

Label:

Kamis, Mei 21, 2009

JeNUh?????....NgiTuNG AjjA BuS LEwAT.....

Ada kisah yang mungkin gak masuk akal tapi perlu di ceritakan karna memang
ini bagian dari perjalanan hidupku di pabelan

Setiap orang hidup pasti akan mengalami yang namanya rasa jenuh, itu juga aku alami saat aku nyantri

Helmy W : "Ms...cabut yuk...ngitung bus...jenuh nich!!!!" Ku iya-in ajja ajakan Helmy W, karna memang aku juga lagi gak mood masuk kelas. Entah karna gak suka pelajarannya ato gak cocok sama yang ngajar....hik4567...(maaf kan kami Ust.....ini pengakuan jujurku). Dengan santainya kita jalan ke Bathikan naik dokar dari tertigaan jalan masuk, tanpa ada beban rasa takut ketahuan. Kita stel PD aja lagi....justru jam2 masuk kelas itu malah sepi dan aman...(menurut Lembaga Survei Indonesia ala Mbelan lo yaaaa....)hik4567

Sampe di Bathikan kita masuk warung dulu, hanya sekedar ngisi bensin. Gak enakkan kita mau nongkrong disitu tanpa beli apapun. Kalo ada duwit ya kita makan besar seperti makan bakso ato soto, termasuk lumayan juga kan masakan warung Bathikan itu. Tapi kalo lagi TongPes (kanTONG kemPES, men) ya hanya minum sebotol sprite ajja. Setelah basa basi masuk warung kita nongkrong di depan, duduk di balai2. Entah apa yang ada di pikiran Helmy saat itu, kalo aku sih memang hanya sekedar ngitung bus lewat ajja udah bisa mengobati rasa jenuhku....hik4567...aneh yaaaa....aku juga heran!!!
Kadang aku dan Helmy saling berteriak menghitung jumlah bus yang udah lewat...kadang juga kita sepakat sampe di angka 100 bus trus kita cabut pulang tapi kadang lebih tergantung kata hati.

Jenuh hilang kita lanjutin masuk kelas lagi, itu kalo pas kita pulang masih ada jam pelajaran, tapi kalo udah jam pulang yaaa langsung masuk kamar. Dan kita berlagak seperti biasa ajja, mungkin raut muka terlihat beda kali lebih terlihat fresh...udah terobati dengan menghitung bus lewat....hik4567....

Itulah...sebagian obat "jenuhku" dan masih ada lagi obat jenuh laennya...di sambung laen kali.ok?????by Ms

Label:

Rabu, Mei 20, 2009

SERUNYA JADI BURONAN

Aku ingat saat-saat terakhir generasi Angera saat jadi mahasiswa IPM. Kita kan disuruh terjun ke masyarakat dan wawancara di lapangan. Saat itu, kami mewawancarai Kades (?) di Blabak atau dimana ya? (Mungkin temen-temen tahu persisnya dimana dan wawancara siapa). Saat itu aku dan Ianah (kalau nggak salah) minjem sepeda motornya...aduh lupa lagi. Pak Vandi apa ya?? Pokoknya gitu deh. Wawancaranya naik motor. Aku yang boncengi Ianah.
Saat mau pergi wawancara, alhamdulillah aman, sehat walafiat. Pas pulangnya, sampai batian masih aman-aman saja. Rasanya jalanan milik kami saat itu. Maklumlah santri, mana bisa naik motor setiap saat. Rasanya seneng banget dapet pinjaman yang hanya sesekali itu.Apalagi lalu lintas terkendali, lancar, nggak banyak kendaraan yang wira wiri.
Mungkin karena keasyikan dan menganggap jalanan sepi, aku santai aja ngendarai motor. Pas mau belok dari Batian ke arah pondok, tiba-tiba saja kami denger bunyi rem yang keras sekali. Ci...tttttt!!!!!! Ditambah gruduk!!! Kontan saja aku baru ngeh, kalau sesuatu sudah terjadi di belakangku. Kemudian aku belok kiri lagi nggak jadi belok ke arah pondok karena mendengar suara bising di belakang. Pas nengok, astaghfirullah...gara-gara menyelamatkan nyawa kami mobil tersebut (kayaknya Kijang) berhenti mendadak. Bayangkan ajalah jalan lintas tersebut, yang rata-rata supirnya ngebut. Nggak kebayang kalau remnya nggak pakem. Entah apa yang terjadi.....Alhamdulillah ya Allah, Engkau masih memberikan umur panjang kepada kami.
Tapi, apakah selesai sampai disitu? Ternyata o ternyata, ada rentetan peristiwa yang tragis di belakang mobil yang ngerem mendadak tadi. Mobil dibelakangnya tak bisa menguasai keadaan, nggak nyangka ada mobil yang akan berhenti mendadak, mau tak mau menabrak mobil Kijang tersebut. Akibatnya bagian belakang dan bagian depan mobil yang nabrak, ringsek, alias peot. Kegaduhan terjadi. Aku sebagai biang keladinya bingung. Warga sekitar termasuk bu batian dan Pak vandi langsung menyelamatkan motor yang ku pakai. Aku dan Ianah langsung disuruh kabur. Ceritanya meyelamatkan (melarikan) diri, biar nggak jadi tumpuan kesel atau kemarahan pengendara mobil di belakangku.
Maka, jadilah kami buronan. Kabur. Kami lari menuju persawahan, menyusuri pematang demi pematang. Terus berjalan tanpa tujuan. Yang penting ingin pergi sejauh-jauhnya, karena perasaan ada yang membuntuti. Soalnya ketika kami disuruh pergi, sempet ditakut2i bakal dikejar polisi. Setelah kami rasa keberadaan kami cukup jauh, kami pun berhenti dan duduk di bawah sebatang pohon di pinggir parit. Barulah terasa badan ini penatnya bukan main. Sayangnya kami tak bisa merebahkan badan. Cukup duduk di atas rerumputan sambil selonjoran. Itu pun sudah nyaman. Kami istirahat sampai matahari sudah mau terbenam. Kami harus pulang, tak mungkin bermalam di sawah yang letaknya pun kami tak tau. Dengan diiringi doa dan hanya menggunakan logika saja, kami kembali menyusuri pematang sawah yang kami yakini menuju jalan raya. Tentunya kalau sudah sampai di jalan raya, sudah aman. Untungnya hanya ada satu jalan raya, Magelang-Jogya. Pasti tak akan tersesat.
Kami berhasil mencapai jalan. Tapi kami masih takut pulang ke pondok karena hari belum malam. Kami akhirnya mengembara lagi ke Muntilan. Yang kami tuju sebuah masjid di Muntilan. Di situlah kami istirahat menunggu malam. Setelah cukup gelap, kira-kira ba'da isya, barulah kami pulang dengan hati yang H2C (Harap-harap cemas). Berharap tak kan terjadi apa-apa. Cemas kalau kejadian siang tadi masih berperkara. Namun, apa pun yang terjadi kami tak punya pilihan selain pulang ke pondok.
Ternyata kabar siang terdengar juga di pondok. Sampai di kamar, beberapa teman mencoba mengolok-olok, kalau tadi polisi memang nyari kami. Aduh, rasanya gimana..gitu. Takut, pencarian bakal dilanjutkan. Mau lari kemana, coba? Wah..ternyata temen2 cuma menggoda. Sejenak, ketakutan pun sirna.(nj)

Label:

Selasa, Mei 19, 2009

Beli Kulo Kethek

BY : Diah Rofika

Beli “KULO KETHEK (Boso Jowone Monyet)”

Ketika di Pondok dulu, ada teman seangkatan yang namanya Siti Sa’diyah dari Jakarta . Sebetulnya sih tuh anak dia punya orang tua aslinya dari Alor NTT, makanya rambut diapun keriting kecil-kecil dengan kulit khas orang sana he….he…..

Sa’diyah ini orangnya kocak and lucunya minta ampun. Setiap berada di dekatnya yang terdengar pasti gelak tawa yang ramai, cekikikan bahkan terkadang sampai terkecing-kencing. Itu semua disebabkan karena kami tak tahan mendengar banyolan-banyolannya yang lucu dan konyol. Benar-benar menjadi hiburan bagi kami yang merasa sedih karena jauh dari orang tua. Sayangnya justru dia yang lebih dulu meninggalkan Pondok.

Nah suatu hari, kami duduk-duduk di bangku beton di depan kantin putri. Biasalah, ketika waktu istirahat sekolah salah satu tempat yang selalu kita tuju adalah deretan bangku beton yang berada di depan kantin di antara tower-tower air yang segede alaihim itu, untuk melahap klepon, kemplang, atau jajanan lain yang ada di kantin. Kebetulan hari itu aku dan rombonganku beli manisan gula kelapa dengan warna pinknya yang menggoda. Ketika kami sedang bercanda ria sambil menikmati manisan gula kelapa, Sa’diyah nongol. Melihat kami makan gula kelapa dia pun menginginkannya. Akhirnya dia bertanya” makanan apa itu, kok warnanya pink?”

Spontan aku menjawab “ini namanya kulo kethek. Udah sana beli, bilang aja mbak Fat beli kulo kethek”

Dengan langkah pasti dan penuh keyakinan (maklum baru habis terima wesel ), dia melangkah menuju kantin dan disambut oleh tatapan mata dingin mbak Fat. Mungkin mbak Fat berfikir, anak ini pasti bakalan ngutang tampangnya aja kayak preman he….he…. Selanjutnya dengan suara yang mantap Sa’diyah berkata “mbak beli kulo kethek”. Tergelaklah semua santri yang berdiri di depan kantin (tentunya yang berasal dari Jawa ya) mendengar apa yang dikatakan oleh Sa’diyah, tak terkecuali mbak Fat. Kami yang berkerumun di bangku beton pun ikut tergelak sampai terbungkuk-bungkuk sambil memegangi perut bagian bawah. Sa’diyah yang lugu dan polos terbengong-bengok sambil memandangi kami yang sedang terpingkal-pingkal. Setelah agak reda, mbak Fat berkata “gak ada makanan itu di sini. Kamu tahu gak apa artinya itu” Dengan mantap Sa’diyah menjawab “itu makanan yang warnanya pink, kulo kethek” Kamu dibohongin teman-temanmu, ini namanya gula kelapa. Kulo kethek itu artinya saya monyet”, terang mbak Fat. Berlarilah Sa’diyah ke arah kami. “Hai kurang ajar kalian, udah ngerjain aku”, tinjunya mengarah ke aku. Langsung saja aku berlari menghindarinya dan kembali ke kelas, tentunya mampir dulu ke kamar mandi mentari.

Buat Siti Sa’diyah, di manapun kamu berada saat ini, aku minta maaf ya.

(Bu moderator, tolong kisah ini dimuat di Angera ya. Siapa tahu bisa melacak keberadaan Siti Sa'diyah. Tq-Diah)

Label: ,

Minggu, Mei 17, 2009

Info Sakit

Kakak, ustadz IPM, PNS sekaligus guru Pabelan (sampai skrg) "Drs.R.Jamaluddin,MA", sedang menjalani pengobatan dan pemulihan kaki (patah karena jatuh dari tangga saat membetulkan talang air di atap rmh). Kira2 6 minggu ybs belum bisa jalan dan belum bisa mengajar, sehingga hari Jum'at kmrn, 15/5/09, teman2 guru Pabelan (Bu Nyai Ulfah, mbak Mang/ Maria Nurhayati, Nurhayati, M. Sodik, dll.) menjenguknya. Dalam kesempatan ini Angera mengajak teman2 tuk mendoakan, semoga ybs segera sembuh dan dapat kembali menjalankan aktifitasnya, amin.

Label:

Galeri Reuni 1



































Beli bakso di Muntilan
Jangan lupa ke Mekarsari
Kalau alumni tiba di Pabelan
Semua kenangan datang sambangi hati sanubari/f




Label:

Guru...

Ustadz Fuad, ustadz Balya
Ustadz Zuhad, ustadz Rajasa
Setiap saat selalu setia
Memberi ilmu tiada terhingga



Ustadz Mahfud, ustadz Barmawi
Membawa buku di komplek santri
Banyak suka mengajari kami
banyak duka mendidik kami





Jalan2 membeli mangga
Manis nian melebihi gula
Ustadz kita sungguh mulia
Memberi ilmu sabar dan setia


Ada sawah ada petani
Menanti musim menanam padi
Sungguh bayak dosa dan kesalahan kami

Moga ustadz berkenan memaafkan dan mengampuni



Ada semut ada kepik
Ada
angsa berjejer cantik
Meski kami pernah berlaku tak baik
Mohon cinta kami jangan ditampik


Di Semarang membawa lumpia
Ke Yogya membeli bakpia
Siang malam kami berdoa
Semoga guru2 kami selalu dalam cinta dan lindunganNya /f

Label:

Sabtu, Mei 16, 2009

Usil-nya Ms n Ida Muna vs si Mamang....

sedikit cerita tentang BAKSO MEKAR SARI

Gak afdol kalo pergi keluar pondok gak mampir dulu ke bakso kesayangan para SELEBRITIS PABELAN.......(hik4567....seleb niii yeeee......) Coba deh kalo bisa bertanya ke semua temen2 alumni, sapa coba yang gak kenal dengan BAKSO MEKAR SARI, pasti semua pernah merasakan lezat n nikmatnya, saat itu mekar sari jagonya deeehhh!!!!.....paling ngetop deh seantero Muntilan..... hik4567.

Sampe sekarang pun kalo aku kangen, aku sempet2in ke Muntilan hanya untuk makan SE-MANGKOK BAKSO MEKAR SARI, tapi bener deh kalo di rasa2in beda loh rasanya dengan bakso lainnya...ada CIRI KHAS nya gitcu looohh.....sweeerrr...itu kalo aku loh yaaa entah temen2 lainnya....beda orang kan beda selera n rasa....bukan begitu????.
Kalo ke mekar sari gak lupa juga aku beli untuk di bawa pulang yang BAKSO TANPA KUAH. Pasti temen2 inget kan jaman dulu (jadul, man) gimana enaknya...nikmatnya bakso yang tanpa kuah klo kita padu padankan dengan sepiring nasi dan kita makan untuk sarapan pagi, pa lagi kalo makannya berame2.......wwwuuuuuuhhhhhh.....nikmaaaaaattttttt.......
Bener loh....saat aku sampe rumah, bakso yang aku bawa dari Muntilan itu, betul2 ku nikmati, aku bayangin seperti aku menikmatinya waktu itu, aduuuhhhh...ternyata mekar sari bisa ngangenin juga ya?????hebring deh!!!!hidup mekar sari!!!!!
Sampe2 anakku heran juga loh dan pernah mereka tanya ke aku ; Mi....di Semarang mau cari bakso yang model kaya apa aja ada kok, bisa2nya sih Mi harus beli bakso sampe Muntilan????, aku jawab dengan becanda ; Yang...memang bakso ada dimana2 tapi bakso yang ada di Muntilan ini beda dengan bakso di tempat laen, ini bakso PENUH KENANGAN....hik4567
Di setiap sudut bangkunya meninggalkan jejak Mimi...pa lagi si penjualnya yang suka Sal-Ting (Salah Tingkah,man) karna ndlongop ngliat Mimi makan...hik4567.
Anak2ku sih udah biasa lihat aku suka becanda n memaklumin aku yang mempunyai banyak kenangan aneh selama di Pabelan, mereka hanya bisa "geleng kepala n heran"

Omong2 aku ada kenangan sama IDA MUNA Cilacap di bakso mekar sari , ya ini memang betul2 perbuatan yang amat sangat gak bener n gak pantes di tiru..bener2 payah deh....merugikan orang lain...tapi juga asyik kalo di kenang karna punya kenangan nakalin sama si Mamang yang jualan bakso....hik4567
Jadi setelah selese aku n Ida muna makan bakso nih...kita gak langsung pulang, duduk aja di bangku sambil MAININ mangkok yang masih berisi sisa2 kuah bakso, kuah itu kita TAMBAH2IN SAMBEL, KECAP, SAOS sampe buaaaannnyyyaaaakkkk buaaaannnggggeeeetttt,
sudah gak wujud kuah bakso lagi deh....hik4567, setelah itu kita tinggal pergi TANPA PAMIT, di jalan kita ketawa ngakak merasa puas ngerjain si Mamang. Wah pasti si Mamang tuh marah besar karna merasa di rugikan oleh ulah kita.....n mungkin saat itu si Mamang nyumpah2in kita kali yaaa???bisa juga kita udah dimasukan di daftar pelangggan yang perlu di waspadai...hik4567.... memang dasar bandel juga tuh tapi herannya kok kita nyante ajja n merasa gak bersalah gitcu loh...

Tapi setelah aku sering ke Muntilan ketemu si Mamang yang ternyata masih betah jualan bakso disitu dan juga masih hafal dengan wajahku, dia bilang entah dia jujur atau gak aku gak tau, kata dia aku nih alumni yang paling sering nongol di tempat dia jualan,waaaaahhhhhh rasa2nya aku terbang ke langit tujuh.....harusnya aku dapet PENGHARGAAN loh!!!!!.. hik4567.... Dan aku sudah pernah melakukan sebuah PENGAKUAN DOSA dengan si Mamang dengan meminta maaf karna dulu aku pernah buat ulah tapi jawaban si Mamang hanya SENYUM2 DENGAN MANISNYA......ehem....sekarang aku sudah lega deeehhhh...udah kosong2...tapi kira2 ke depannya mau buat ulah lagi gak ya sama si Mamang????aaahhh gak deeehhhh...yang lalu biar jadi kenangan, masalalu yang penuh warna....

Tapi gak tau tuh si Ida Muna udah MELAKUKAN PENGAKUAN DOSA juga ato belum...hik4567
Ah si Mamang mah baek hati n selalu senyum pepsodent...kweekk...kweekk...kweekk
Jadi kalo ada waktu ke Muntilan Ida Muna wajib mampir ke mekar sari loh!!!!....hik4567..

(
ini hanya secuil cerita entah enak di baca ato gak...yang penting uhuuuuiiiii deeehhhhh.....hik4567)by Ms

Label:

Jumat, Mei 15, 2009

ikannya haram kuahnya halal?????


TUTUR TINULAR.......MEMORY ABU-SOLOR

Nurohman: "
Ikannya haram, kuahnya halal"
Adalah Nurohman (dimana dia sakarng ya??), adik klasku, dia seorang yang alim ahli tahajud, wirid & dzikir. Pernah tipe recorder qismu ta`lim hilang di samping masjid dan Nurohman diminta informasi gaibnya agar tipe recorder bisa ditemukan. Alhasil..menurut penerawang ghaibnya, ada seseorang yang mengambil tipe recorder itu. Entah sampai sekarang, tipe recorder itu diketemukan atawa tidak, wallahu a'lam bissowab.. hahaha.
Dia juga salah satu peserta lomba lawak, yg ketika itu tema lawaknya sangat mengidolakan mbak Syarifah yg cantik...
Alkisah :
Maaf klo salah... Pada liburan akhir tahun dibulan puasa, ane, Emil (plembang), Amat (lahat), Da'ali Thoa Thoi dan Nurohman bermukim (gak punya ongkos buat pulang kampung hehe) di asrama Panca Bakti belakang gedung Perpustakaan (mungkin sekarang sudah digusur)....
Critanya....pada suatu malam, kami mancing ikan di kolam barat dan Nurohman gak mau ikut mancing..
Cara mancingnya seperti biasa: pura-pura buang air besar (baul wa tabrroz) di WC gantung pinggir kolam. Duduk jongkok sambil lepaskan pancing kail... Alhamdulillah, malam itu, kami mendapatkan ikan cukup banyak, kemudian pulang dengan hati yang gembira dan ikannya langsung diolah dengan masakan berkuah ala Ambon. Kokinya Da'ali Thoa Thoi.
"Alhamdulillah....kami bisa makan sahur dengan menu ikan berkuah dengan harapan smoga puasa kami esok harinya bisa "imanan wahtisaban.." hahahaha.
Sahurr. sahurr... sahurr...
Ketika makan sahur, atas nama solidaritas kawan, kami tawarkan ikan berkuah itu kepada Nurohman walaupun dia tidak ikut andil dalam kegiatan memancing...
Berkatalah Emil & Thoa Thoi bergantian : " Hai Man (panggilan Nurohman), ada ikan enak nich, mau gak ente??
Nurohman menjawab: " Ana laa urid, li anna haram".. Kamipun terdiam dan meneruskan makan sahur,, tapi tiba-tiba Nurohman berkata lagi: "Oia ana minta kuahnya aja ya?".... Serentak kamipun terbahak terkekeh-kekeh....
"Ooo jadi... ikannya haram, kuahnya halal" hahaha hehehehe.....
Mungkin menurut Nurohman. Mancing ikan dikolam barat tanpa seizin pak Kyai hukumnya haram. Air untuk kuah yang diambil dari sumur bu Empang yang biasa digunakan santri untuk wudlu dan menyiram halaman hukumnya halal.....hehehehe

Permohonan Maaf ....

Kepada Yth,
Almaghfurlah Almarhum KH. HAMAM DJA'FAR
di- Surga.

Assalaamu'alaikum Wr.wb.
Dengan segala hormat dan kerinduan

Kami anak-anak santri, memohon keridhoan, agar bisa dimaafkan atas segala tingkah laku(suluk) dan tindakan kami yg kurang berkenan selama menjadi santri Pabelan. Keridhoan dan maaf dari Bapak semoga membawa keberkahan dalam menjalani hidup. Amiiin
Kami selalu mendoakan untuk kedamaian Bapak di Surga..
AnnALLAHA, yaghfirulahu (KH. HAMAM DJA'FAR), wa yarhamuhu, wa yuskinuhu fil-jannati, wa yu'liy darojatihi ma'alladziina an'ama 'alaihim minannabiyyiina, wasshiddiqiina, wassholihiiin, wa syuhadaa-il-maqbuuliin.
Wa annALLAHA yu-'iidu 'alainaa (santri, alumni dan Pondok Pabelan) min barokaatihi. wa min karomatihi wa min ma-`uunatihi. Wa yanfa`unaa bi-`uluumihi wa anwarihi wa asrorihi fiddun-ya wal akhiroh. bihaqqi wa bisyrril ummul Qur'an... Al-faaatihaah........Allhumma Amiiin Wal maqbuuliin

(Mohon bacakan al-fatihah untuk beliau, trimakasih)via MS

Label:

Rabu, Mei 13, 2009

Keluarga Pak Mukhtar










Hari itu bertepatan dengan Ultah Perkawinan Pak Mukhtar Abbas & Mbak Neti yang ke-28. Kita semua beruntung dapat turut merayakan... Di hari itu ada testimoni seputar sejarah cinta mereka di Pabelan, seru banget. Mungkin kita semua masih ingat anak beliau Sarah (Siti Sarah Muwahidah) yang kecil mungil lucu imut cantik itu (dalam foto, berkerudung krem) dulu sering kita colek2 karena gemes, sekarang telah menikah dan menjadi asisten dosen CRCS UGM. Selain berdinas di UGM, Sarah yang alumni S1 UGM dan S2 PT di Florida Amrik itu juga sibuk di Asian Public Intellectual Junior Fellows, Associate Researcher Maarif Institute dan seabreg kegiatan lain. Ketiga adiknya: 1. Siti Zoura Humaira, alumni S1 I.Kompt UGM, bekerja sebagai programer XY Base perusahaan Malaysia yang di Jakarta; 2. Huda Syah Putera, sekarang sedang S1 di Colmedis Munster Uniu Jerman (betul gak tulisannya?); 3. Zarka Lazuardi Putera, kelas 1 SMA di Yk. Keluarga Pak Mukhtar yang dinamis, ramah dan hangat sungguh selaras dengan rumah asri mereka yang inspiratif, sejuk, teduh dan terbuka.. Selamat Ultah Perkawinan tuk Pak Mukhtar & Mbak Neti yang ke-28, semoga senantiasa penuh cinta abadi sepanjang masa menembus ruang dan waktu.... amin../f.

Label: